Sabtu, 18 April 2026
Humas Badan Pangan Nasional
Deskripsi
JAKARTA - Indonesia berada dalam posisi sangat siap menghadapi kemungkinan terjadinya fenomena El Nino. Namun meskipun tidak ada El Nino juga, pemerintah memastikan akan terus menjalankan program penguatan ketahanan pangan nasional.
Deputi Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Badan Pangan Nasional (Bapanas) I Gusti Ketut Astawa di Jakarta, Jumat (17/4/2026), menyampaikan bahwa meskipun El Nino sifatnya masih prediksi, pemerintah telah bersiap, terutama pada ketersediaan pangan secara nasional.
"Saya sudah membahas beberapa kali tentang El Nino. Awalnya katanya April sudah mulai, tapi kan memang ini kita masih alami hujan. Artinya ada ketidakstabilan cuaca. Tentu pemerintah sudah mengambil langkah-langkah," kata Ketut.
Dari sisi ketersediaan pangan, kondisi pangan nasional menunjukkan capaian yang progresif. Sejumlah pangan pokok strategis dipastikan telah surplus dan swasembada, sehingga tidak membutuhkan importasi.
"Tentu kami punya proyeksi yang dapat dipertanggungjawabkan dengan data dari BPS. Carry over stock beras dari tahun lalu sangat bagus, 12,4 juta ton. Jagung juga. Minyak goreng kita surplus. Daging ayam kita produksinya surplus. Kemudian yang lain juga, telur juga surplus," urai Ketut.
"Jadi ada atau tidak ada El Nino, program pangan harus dikembangkan dan itu memang berdasarkan kepentingan pertanian. Ada atau tidak ada El Nino, programnya harus berjalan terus. Karena apa? Tujuan kita adalah swasembada," tambah dia.
Sebagai implikasi positif dari swasembada pangan, stok Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) Indonesia pun semakin kuat. Dengan stok CPP yang lebih kuat ini, tentu persiapan musim paceklik akibat El Nino dapat lebih kokoh.
"Kemudian sekarang ini kita punya stok cadangan beras di Bulog 4,8 juta ton. Terbaik sepanjang masa. Artinya dengan kekuatan cadangan pangan, kita bisa mengendalikan harga. Kita harus meyakinkan stok CPP kita sangat bagus," sebut Deputi Ketut.
Dalam catatan Bapanas, stok CPP sebelum puncak El Nino 2023, tepatnya di awal September 2023 antara lain beras 1,52 juta ton, jagung masih nihil, daging ayam ras 15,94 ton, dan minyak goreng 3,74 kiloliter. CPP tersebut merupakan stok yang dikelola oleh Perum Bulog dan ID FOOD.
Sementara stok CPP hari ini sebagai persiapan kemungkinan kembali terjadinya El Nino telah ditingkatkan secara eksponensial. Per 17 April 2026, stok CPP dalam bentuk beras meningkat 217 persen dibandingkan sebelum puncak El Nino 2023. Stok CPP beras hari ini berada di angka 4,83 juta ton.
Selanjutnya, stok CPP jagung pun saat ini ada 196 ribu ton. Ini melesat sejak September 2023 yang kala itu masih nol. Untuk stok CPP daging ayam meningkat 69,4 persen dibandingkan September 2023 karena per hari ini stoknya ada 27 ton.
Untuk stok CPP minyak goreng di Perum Bulog dan ID FOOD saat ini yang paling menorehkan lonjakan drastis hingga 2.226,8 persen jika dibandingkan stok CPP sebelum puncak El Nino 2023 lalu. Per 17 April, total stok CPP minyak goreng tercatat ada 87 ribu kiloliter.
Lebih lanjut, Deputi Bapanas Ketut menekankan bahwa program penguatan sektor pangan berjalan secara konsisten dan berkelanjutan, tidak bergantung pada kondisi cuaca tertentu. Fokus utama tetap pada penguatan kemandirian pangan nasional.
Sejalan dengan itu, Kementerian Pertanian terus mengakselerasi berbagai langkah strategis, mulai dari peningkatan luas tambah tanam, distribusi benih unggul, penguatan jaringan irigasi, hingga pemenuhan kebutuhan pupuk.
Terpisah, Kepala Bapanas Andi Amran Sulaiman sekaligus Menteri Pertanian menyampaikan bahwa Indonesia berada pada posisi yang kuat dalam menghadapi dinamika global. Ini turut pula didukung oleh perhatian besar Presiden Prabowo Subianto terhadap sektor pangan.
“Kita siap menghadapi dinamika global. Alhamdulillah, Indonesia dalam posisi yang kuat. Kebutuhan protein telah terpenuhi, bahkan berpotensi ekspor. Karbohidrat juga sudah swasembada,” ujar Amran.
Dengan berbagai capaian tersebut, pemerintah memastikan ketersediaan pangan nasional tetap terjaga dan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat secara berkelanjutan, sekaligus memperkuat langkah menuju kemandirian pangan Indonesia.
-------------------
Siaran Pers
Badan Pangan Nasional (Bapanas)
245/R-BAPANAS/IV/2026
18 April 2026