Sabtu, 07 Maret 2026
Humas Badan Pangan Nasional
Deskripsi
KEBUMEN - Di tengah meningkatnya kebutuhan pangan masyarakat, keberadaan bahan pokok dengan harga terjangkau menjadi harapan banyak keluarga. Upaya itu kini semakin dirasakan langsung oleh warga melalui Gerakan Pangan Murah (GPM) yang digelar pemerintah di berbagai daerah. Melalui kegiatan ini, masyarakat dapat membeli berbagai kebutuhan pokok dengan harga yang lebih bersahabat dibandingkan harga di pasar.
Manfaat kegiatan ini dirasakan langsung oleh Upi, warga Rantewringin, Kebumen. Ia mengaku sangat terbantu karena harga bahan pangan yang dijual di lokasi GPM lebih murah dibandingkan harga di pasaran.
“Harga di sini jauh lebih murah dibandingkan harga di pasaran, jadi sangat membantu untuk kebutuhan rumah tangga,” ujar Upi ditemui usai berbelanja di GPM yang digelar di Pendopo Kabumian, Kabupaten Kebumen, Jumat (6/3/2026).
Ia berharap kegiatan seperti ini bisa terus dilaksanakan dan menjangkau lebih banyak masyarakat. Menurutnya, jika stok bahan pangan ditambah, maka semakin banyak warga yang bisa merasakan manfaat dari program tersebut.
“Kalau bisa ke depan stoknya ditambah lagi supaya masyarakat bisa lebih banyak mendapatkannya,” tambahnya.
Hal senada disampaikan Yuliana, warga Kutosari. Ia mengaku langsung tertarik datang setelah mendapatkan informasi mengenai kegiatan GPM karena harga yang ditawarkan dinilai lebih terjangkau.
“Saya dapat informasi dari desa. Tertarik datang karena harganya lebih murah dan lebih terjangkau, apalagi buat kami ibu-ibu. Kalau bisa kegiatan seperti ini lebih sering diadakan dan stoknya diperbanyak, apalagi menjelang Lebaran seperti sekarang. Ini sangat membantu sekali,” kata Yuliana.
Sebelumnya, Kepala Badan Pangan Nasional, Andi Amran Sulaiman, menegaskan pemerintah terus memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak untuk menjaga harga pangan pokok strategis tetap stabil. Ia juga mengingatkan para pelaku usaha agar tidak menjual bahan pangan melebihi Harga Eceran Tertinggi (HET) maupun Harga Acuan Penjualan (HAP) di Tingkat Konsumen.
“Ini adalah bentuk kolaborasi kita, kita bekerja. Tahun lalu kita melihat harga pangan cukup relatif stabil. Kalaupun terkadang ada kenaikan, hanya satu atau dua komoditas pangan strategis. Kami minta dengan segala kerendahan hati agar diturunkan harganya,” ujar Amran saat membuka GPM Serentak Nasional di Jakarta, pada Jumat (13/2/2026).
Untuk memperluas manfaat bagi masyarakat, Badan Pangan Nasional menargetkan pelaksanaan GPM sepanjang 2026 dapat mencapai sekitar 13.500 kali di berbagai daerah. Sebagai gambaran, pada 2025 pelaksanaan GPM yang dikoordinasikan Bapanas telah terealisasi sebanyak 13.321 kali di seluruh Indonesia. Program ini diharapkan semakin memperluas akses masyarakat terhadap pangan dengan harga yang terjangkau.
----------------------
Siaran Pers
Badan Pangan Nasional (Bapanas)
150/R-BAPANAS/III/2026
7 Maret 2026