Publikasi Pers

Bapanas Ajak UMKM Pangan Lokal Masuk SAPA UMKM

Kamis, 13 Agustus 2026

Humas Badan Pangan Nasional

Deskripsi

JAKARTA — Badan Pangan Nasional (Bapanas) mengajak UMKM pangan lokal memanfaatkan Sistem Aplikasi Pelayanan UMKM (SAPA UMKM) yang digagas Kementerian UMKM guna mengakses berbagai layanan dan program pemerintah. Sistem ini membuka akses UMKM pangan lokal terhadap berbagai program pemerintah dalam satu layanan.

Direktur Penganekaragaman Konsumsi Pangan Bapanas Rinna Syawal mengatakan UMKM pangan lokal punya peran penting dalam mengembangkan potensi pangan di daerah. Untuk itu, pelaku usaha perlu terus meningkatkan kapasitas dan memanfaatkan berbagai dukungan yang tersedia, termasuk dengan bergabung di SAPA UMKM.

“Bapanas terus mendorong UMKM pangan lokal untuk berkembang dan naik kelas. UMKM punya peran penting dalam mengembangkan pangan lokal sekaligus membuka peluang usaha bagi masyarakat. Karena itu, kami mengajak pelaku UMKM pangan untuk bergabung dan memanfaatkan aplikasi SAPA UMKM,” ujar Rinna dalam Rapat Koordinasi Sinergi Kemudahan, Pelindungan, dan Pemberdayaan UMKM melalui SAPA UMKM di Jakarta, Rabu (12/8/2026).

Menurut Rinna, SAPA UMKM memudahkan pelaku usaha pangan lokal mendapatkan informasi dan mengakses berbagai dukungan pemerintah sesuai kebutuhan usahanya. Dengan sistem yang terintegrasi, UMKM bisa lebih mudah menemukan program pemberdayaan yang tepat.

"Kami ingin UMKM pangan lokal tidak berjalan sendiri. Ketika ada sistem yang menghubungkan berbagai layanan pemerintah, pelaku usaha bisa lebih mudah mencari informasi dan menentukan dukungan apa yang memang mereka butuhkan. Jadi kami mengajak UMKM pangan lokal untuk memanfaatkan ruang ini dan mengikuti prosesnya secara bertahap,” imbuhnya.

Sejalan dengan itu, Menteri UMKM Maman Abdurrahman menegaskan integrasi ini dilakukan agar layanan dari berbagai kementerian dan lembaga dapat diakses melalui satu sistem.

"Sistem SAPA UMKM yang sudah kita bangun, di mana sistem ini nanti akan menjadi satu sistem untuk memberikan pelayanan yang terpadu kepada seluruh usaha mikro, kecil, dan menengah yang ada di tanah air kita,” ujar Maman. 

Maman mengatakan integrasi tersebut juga dilakukan untuk mempercepat pelayanan kepada UMKM. Berbagai sistem yang telah dimiliki kementerian dan lembaga tidak dihilangkan, melainkan dihubungkan agar pelaku usaha dapat mengakses lebih banyak layanan melalui satu pintu.

"Jadi pada saat mereka sudah masuk ke dalam SAPA UMKM mereka gak perlu lagi tuh login lagi di sistemnya Kementerian Perdagangan jadi mereka masuk ke dalam sapa UMKM otomatis mereka sudah bisa langsung akses ke semua fasilitas yang ada di masing-masing kementrian,” tandasnya. 

Pengembangan SAPA UMKM dilakukan secara bertahap dengan menghubungkan sejumlah layanan yang dibutuhkan pelaku usaha, termasuk legalitas dan sertifikasi. Fitur pasar juga masih dalam tahap pengembangan untuk mempertemukan UMKM dengan pembeli, termasuk melalui integrasi dengan PaDi UMKM.

Insentif juga disiapkan bagi UMKM seller yang menjual produk lokal melalui platform yang terintegrasi.

"Jadi, memang tujuan kita adalah memberikan insentif kepada UMKM seller di platform yang menjual produk lokal sehingga ada keberpihakan dan afirmasi dari pemerintah bahwa produk lokal bisa bersaing nantinya,” pungkas Maman. 

Adapun program ini sejalan dengan Program Konsolidasi, Integrasi, dan Reorientasi Arah Program Pemberdayaan UMKM (Prokesra), yang menghubungkan berbagai program pelatihan dan pemberdayaan UMKM lintas kementerian dan lembaga. Melalui program ini, layanan yang sudah berjalan diselaraskan dengan kebutuhan dan tantangan UMKM, sehingga dukungan yang diberikan dapat lebih tepat sesuai kondisi usaha.


-----------------

Siaran Pers

Badan Pangan Nasional (Bapanas)

424/R-BAPANAS/VIII/2026

13 Agustus 2026