Kamis, 10 April 2025
Humas Badan Pangan Nasional
Deskripsi
Siaran Pers
Badan Pangan Nasional/National Food Agency (NFA)
124/R-NFA/IV/2025
10 April 2025
ACEH BESAR - Dalam rangka mengakselerasi capaian target pengadaan setara 3 juta ton beras secara nasional, Badan Pangan Nasional/National Food Agency (NFA) bersama Komisi IV DPR RI melakukan pemantauan langsung terhadap serapan gabah dan beras petani di Provinsi Aceh. Kegiatan ini dilaksanakan di Gudang BULOG Siron, Kabupaten Aceh Besar, Kamis (10/4), sebagai bagian dari upaya memastikan hasil panen petani terserap secara optimal.
Deputi Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan NFA, I Gusti Ketut Astawa, menyampaikan bahwa Aceh memiliki posisi strategis dalam mendukung penguatan cadangan beras nasional. Ia menekankan pentingnya optimalisasi peran BULOG dan seluruh pemangku kepentingan dalam menyerap gabah petani.
“Provinsi Aceh menjadi salah satu daerah penting dalam strategi pengadaan nasional. Kami ingin memastikan BULOG dan seluruh pemangku kepentingan menyerap gabah petani secara optimal,” ujar Deputi Ketut.Hingga 8 April 2025, realisasi pengadaan beras oleh Kanwil BULOG Aceh melalui mekanisme penugasan dan komersial telah mencapai 55.428 ton, dengan total stok beras yang dikuasai sebesar 81.853 ton, serta pemanfaatan Cadangan Beras Pemerintah (CBP) sebanyak 4.587 ton. Sementara itu, secara nasional serapan Bulog mencapai 817 ribu ton setara beras atau 27 persen dari total target 3 juta ton. Hingga saat ini, stok beras di Bulog mencapai 2,2 juta ton.
Ketua Komisi IV DPR RI, Siti Hediati Soeharto, yang memimpin kunjungan tersebut, menegaskan pentingnya kolaborasi antar pemangku kepentingan untuk menjaga ketersediaan dan kualitas pangan.
“Kami ingin memastikan bahwa stok beras tersedia dengan baik, kualitas penyimpanannya terjaga, dan bantuan pangan tepat sasaran. Ini penting untuk melindungi masyarakat, apalagi dalam situasi ekonomi yang masih belum stabil,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa Aceh Besar sebagai daerah produsen memiliki peran penting dalam menjaga ketahanan pangan nasional.
“Koordinasi harus maksimal agar distribusi dan penyerapan hasil petani berjalan lancar,” tegasnya.
Senada dengan hal tersebut, Bupati Aceh Besar Muharram Idris menyatakan dukungan penuh terhadap upaya sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam menjaga ketahanan pangan.
“Kami menyambut baik kunjungan Ibu Titiek Soeharto. Ini membuktikan bahwa pemerintah pusat benar-benar memperhatikan kondisi pangan di daerah. Kami siap bersinergi dan terus berkomitmen menjaga ketahanan pangan di Aceh Besar,” ujar Muharram.
Namun, ia juga menggarisbawahi masih adanya tantangan, terutama terkait infrastruktur dan distribusi. “Produksi petani kami cukup bagus, namun penyerapan dan akses pasar masih menjadi pekerjaan rumah. Kami berharap ke depan ada dukungan lebih besar agar hasil petani bisa diserap optimal dan masyarakat tetap mendapatkan pangan yang terjangkau," tutupnya.
Sementara itu, secara terpisah, Kepala Badan Pangan Nasional, Arief Prasetyo Adi, menegaskan bahwa pemenuhan stok pangan dari produksi dalam negeri merupakan sejalan dengan tekad dan komitmen dari Presiden RI, Prabowo Subianto untuk mewujudkan swasembada pangan.
“Sesuai arahan Bapak Presiden, kita harus mengutamakan pemenuhan stok pangan dari hasil produksi petani dalam negeri. Ini bukan hanya soal ketersediaan, tapi juga bentuk keberpihakan pada petani lokal dan upaya memperkuat ketahanan pangan nasional secara berkelanjutan,” ujar Arief.
“Pemerintah terus berkomitmen memperbaiki tata kelola pengadaan pangan nasional, termasuk memastikan serapan gabah petani berjalan maksimal, agar stok cadangan beras pemerintah terjaga dan harga di tingkat petani tetap menguntungkan,” tambahnya.
———————-
Informasi lebih lanjut dapat menghubungi:
komunikasi@badanpangan.go.id
Telp : 087783220455