Sabtu, 04 Juli 2026
Humas Badan Pangan Nasional
Deskripsi
BANJARBARU – Pemerintah terus memperkuat fondasi stabilitas pangan nasional melalui penguatan infrastruktur penyimpanan pangan. Di tengah capaian stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang telah menembus lebih dari 5,1 juta ton dan menjadi yang tertinggi sepanjang sejarah, revitalisasi gudang Perum BULOG menjadi langkah strategis untuk memastikan kualitas beras tetap terjaga, kapasitas penyimpanan semakin memadai, serta distribusi pangan nasional dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan.
Deputi Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Badan Pangan Nasional (Bapanas), I Gusti Ketut Astawa mengatakan penguatan kapasitas penyimpanan menjadi semakin penting seiring meningkatnya stok Cadangan Beras Pemerintah yang saat ini telah mencapai rekor tertinggi sepanjang sejarah.
"Hari ini kami mewakili Bapak Kepala Bapanas dalam Kunjungan Kerja Spesifik Komisi IV DPR RI. Gudang berkapasitas 3.500 ton ini tentu sangat bermanfaat untuk memperkuat pengelolaan stok pangan pemerintah, khususnya Cadangan Beras Pemerintah, sehingga stabilitas pasokan dan harga pangan dapat terus terjaga," ujar Ketut di Kompleks Pergudangan BULOG, Landasan Ulin, Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan, pada Jumat (3/7/2026).
Menurut Ketut, penguatan kapasitas penyimpanan pangan perlu terus dilakukan secara berkelanjutan seiring dengan meningkatnya produksi pangan nasional dan penguatan Cadangan Pangan Pemerintah. Karena itu, pembangunan dan revitalisasi infrastruktur penyimpanan di berbagai daerah menjadi langkah strategis untuk memperkuat sistem logistik pangan nasional.
"Mudah-mudahan gudang-gudang yang lain juga dapat segera diresmikan dan dimanfaatkan sebaik-baiknya, sehingga kapasitas penyimpanan pangan nasional semakin kuat dan mampu mendukung pengelolaan cadangan pangan pemerintah secara optimal," tambahnya.
Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Soeharto menyampaikan bahwa revitalisasi gudang BULOG merupakan langkah penting dalam memperkuat kapasitas penyimpanan nasional sehingga mampu menampung hasil panen lebih besar dengan kualitas stok yang tetap terjaga.
“Kami ingin melihat langsung berapa stok beras yang tersedia di Kalimantan Selatan, apakah cukup untuk cadangan beras di daerah ini, sekaligus memastikan kualitas berasnya. Alhamdulillah, beras yang tersimpan paling lama baru sekitar empat bulan, sehingga perputaran stok berjalan dengan baik,” ujarnya.
Menurutnya, pembangunan infrastruktur penyimpanan perlu diikuti dengan pengelolaan stok dan distribusi yang semakin efektif agar manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh petani maupun masyarakat.
Secara nasional, stok Cadangan Beras Pemerintah per awal Juli 2026 telah mencapai lebih dari 5,1 juta ton. Di Kalimantan Selatan sendiri, stok beras yang dikelola Perum BULOG tercatat mencapai 22.317 ton, sehingga dinilai cukup untuk mendukung kebutuhan stabilisasi pasokan dan harga pangan di wilayah tersebut.
Seiring meningkatnya stok beras nasional, keberadaan infrastruktur penyimpanan yang memadai menjadi pilar penting dalam mendukung pelaksanaan berbagai program pemerintah di Kalimantan Selatan. Hingga akhir Juni 2026, realisasi penyaluran Bantuan Pangan alokasi Februari–Maret di provinsi ini telah mencapai 7.241 ton beras dan 1,4 juta liter minyak goreng, atau terealisasi 100 persen dari pagu yang ditetapkan.
Selain itu, realisasi penyaluran beras Program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) di Kalimantan Selatan hingga 1 Juli 2026 telah mencapai 8.337 ton atau sekitar 74 persen dari target penyaluran 11.266 ton.
Dari sisi pengadaan, Kalimantan Selatan juga terus memperkuat stok pangan dalam negeri. Hingga awal Juli 2026, realisasi pengadaan gabah dan beras di wilayah tersebut telah mencapai sekitar 8.916 ton atau sekitar 43 persen dari target penugasan pengadaan sebesar 20.766 ton.
Sementara itu, Kepala Bapanas, Andi Amran Sulaiman, sebelumnya menegaskan bahwa penguatan infrastruktur penyimpanan merupakan solusi permanen untuk menjaga stabilitas pangan nasional.
"Ini solusi permanen. Jadi tidak ada lagi alasan harga naik. Kita bangun gudang di seluruh Indonesia dengan anggaran sekitar Rp 5 triliun. Ini nanti menjadi induknya, yang mensuplai Koperasi Desa Merah Putih, dengan offtaker yang jelas melalui berbagai program pemerintah. Jadi ini satu kesatuan ekosistem pangan nasional," tegas Amran.
Melalui penguatan infrastruktur penyimpanan, revitalisasi gudang, serta optimalisasi pengelolaan Cadangan Pangan Pemerintah, pemerintah optimistis stabilitas pasokan dan harga pangan nasional dapat terus dijaga secara berkelanjutan, sekaligus memastikan hasil produksi petani terserap dengan baik dan ketahanan pangan nasional semakin kokoh.
-------------------
Siaran Pers
Badan Pangan Nasional (Bapanas)
354/R-BAPANAS/VII/2026
4 Juli 2026