Jumat, 13 Maret 2026
Humas Badan Pangan Nasional
Deskripsi
SURABAYA – Badan Pangan Nasional (Bapanas) mengapresiasi pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM) yang digelar oleh TVRI Jawa Timur sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan menjelang Hari Raya Idul Fitri.
Deputi Bidang Penganekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan Bapanas, Andriko Noto Susanto, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut menjadi salah satu langkah konkret dalam memastikan masyarakat dapat mengakses pangan dengan harga yang lebih terjangkau di tengah meningkatnya permintaan menjelang hari besar keagamaan.
“Hari ini TVRI Jatim menggelar GPM yang serentak juga dilaksanakan oleh seluruh stasiun TVRI di seluruh Indonesia, saya kira ini sangat baik. Kami dari Badan Pangan Nasional tentu mengapresiasi upaya ini karena menjadi bagian dari langkah stabilisasi pasokan dan harga pangan,” ujar Andriko saat menghadiri kegiatan tersebut di Surabaya, Jawa Timur (11/3/26).
Dalam pelaksanaan GPM tersebut, berbagai komoditas pangan strategis dijual dengan harga yang lebih rendah dibandingkan harga pasar. Langkah ini bertujuan untuk membantu menjaga keterjangkauan harga bagi masyarakat sekaligus menjadi instrumen stabilisasi harga di tingkat konsumen.
Sejumlah komoditas yang dijual dalam kegiatan tersebut antara lain bawang merah Rp34.000 per kilogram, bawang putih Rp30.000 per kilogram, cabai rawit merah Rp80.000 per kilogram, cabai merah besar Rp30.000 per kilogram, beras SPHP Rp11.000 per kilogram, serta minyak goreng Minyakita Rp15.000 per liter.
Selain itu tersedia pula telur ayam ras Rp29.000 per kilogram, daging ayam Rp38.000 per kilogram, gula pasir kemasan Rp17.000 per kilogram, serta daging sapi Rp110.000 per kilogram.
Andriko menugaskan bahwa selain menjaga keterjangkauan harga, pemerintah juga terus memperkuat pengawasan terhadap keamanan dan mutu pangan yang beredar di masyarakat. Untuk itu pemerintah telah membentuk Satuan Tugas Sapu Bersih Pelanggaran Harga, Keamanan, dan Mutu Pangan.
“Badan Pangan Nasional bersama kementerian dan lembaga terkait telah membentuk Satgas Sapu Bersih Pelanggaran Harga, Keamanan, dan Mutu Pangan. Harapannya menjelang Idul Fitri harga-harga pangan di Jawa Timur maupun secara nasional tetap terkendali sesuai HET dan HAP,” jelasnya.
Pemantauan harga pangan di Jawa Timur juga dilakukan secara intensif melalui koordinasi dengan pemerintah daerah, Bulog, serta dinas perdagangan setempat. “Kami melakukan pengecekan setiap hari bersama dinas terkait, Bulog, dan perdagangan di berbagai titik. Secara umum situasi pangan di Jawa Timur saat ini cukup aman,” kata Andriko.
Ia menjelaskan bahwa sebagian besar komoditas pangan strategis seperti beras, minyak goreng, telur ayam, daging ayam, daging sapi, bawang putih, dan kedelai berada dalam kondisi stabil. Namun demikian, harga cabai masih mengalami tekanan akibat produksi yang belum memasuki masa puncak panen.
Selain pelaksanaan GPM, pemerintah juga mendorong percepatan realisasi bantuan pangan kepada masyarakat sebagai langkah memperkuat daya beli menjelang Lebaran.
“Bantuan pangan ini diberikan secara gratis kepada masyarakat. Setiap keluarga penerima manfaat menerima 10 kilogram beras dan 2 liter minyak goreng per bulan. Untuk dua bulan penyaluran digabungkan sehingga masyarakat menerima 20 kilogram beras dan 4 liter minyak goreng,” ujar Andriko.
Menurutnya, bantuan pangan tersebut menjadi bantalan ekonomi yang penting bagi masyarakat, terutama kelompok rentan, sehingga diharapkan dapat segera direalisasikan sebelum Idul Fitri.
Lebih lanjut, Bapanas juga mendorong peningkatan frekuensi pelaksanaan Gerakan Pangan Murah di berbagai daerah menjelang Lebaran.
“Kami mendorong agar frekuensi GPM diperbanyak dan titik pelaksanaannya diperluas hingga ke pasar-pasar bahkan sampai ke tingkat desa. Dengan begitu masyarakat benar-benar merasakan kehadiran pemerintah dalam menjaga stabilitas pasokan, harga, serta mutu pangan,” tutupnya.
------------------
Siaran Pers
Badan Pangan Nasional (Bapanas)
173/R-BAPANAS/III/2026
13 Maret 2026