Publikasi Pers

Kepala Bapanas Amran: Jiwa Raga untuk Peternak Petelur Indonesia, SPHP Jagung Pakan Terus Digencarkan

Rabu, 10 Juni 2026

Humas Badan Pangan Nasional

Deskripsi

JAKARTA — Produsen telur ayam ras dalam negeri telah membanggakan Indonesia karena mampu memenuhi kebutuhan konsumsi secara nasional. Surplus pun telah diraih hingga menorehkan ekspor ke berbagai negara mitra. Untuk itu, pemerintah sangat menaruh perhatian terhadap keberlangsungan usaha peternak telur ayam ras.

Atas raihan peternak telur ayam ras tersebut, Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Andi Amran Sulaiman sekaligus Menteri Pertanian menyatakan kebanggaannya. Perhatian pemerintah pun salah satunya diberikan berupa pelaksanaan program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) jagung pakan yang diemban Perum Bulog sejak 9 Mei atau tepat sebulan yang lalu.

"Aku apresiasi. Aku bangga dengan peternak petelur seluruh Indonesia mampu memenuhi kebutuhan anak bangsa. (Mencatat) surplus bahkan ekspor ke negara lain," seru Kepala Bapanas Andi Amran Sulaiman dalam keterangan persnya di Jakarta, Selasa (9/6/2026).

Sebagai salah satu bukti keberpihakan, program SPHP jagung pakan untuk meringankan biaya produksi peternak telah digelontorkan dalam sebulan terakhir ini. Stok jagung pakan berasal dari Cadangan Jagung Pemerintah (CJP) yang sepenuhnya bersumber dari produksi dalam negeri.

"Kami juga sudah memberikan SPHP. Itu (stok) jagung dari Bulog. Pokoknya jiwa ragaku untuk peternak petelur Indonesia," ungkap Kepala Bapanas Andi Amran Sulaiman.

Adapun program SPHP jagung pakan tahun 2026 yang telah dimulai 9 Mei, realisasi penyalurannya sampai 8 Juni atau tepat sebulan pelaksanaan telah mencapai 34,1 ribu ton atau 16,01 persen. Total target penyaluran sementara ini dipatok di angka 213,2 ribu ton.

Masih ada sisa pagu SPHP jagung pakan yang belum ada alokasi peternak penerima manfaatnya. Jumlahnya 28,8 ribu ton. Saat ini sisa alokasi tersebut sedang diproses bersama Kementerian Pertanian untuk memperoleh tambahan peternak penerima manfaat.

Sebagaimana diketahui, pemerintah telah menyiapkan anggaran sebesar Rp 678 miliar untuk SPHP jagung pakan di tahun ini. Total alokasi penyaluran sebanyak 242 ribu ton dan dapat berlangsung hingga akhir 2026. Sebanyak lebih dari 5 ribu peternak yang terdiri dari skala mikro, kecil, dan menengah dengan total populasi 53 juta ekor unggas pada 26 provinsi menjadi target sasaran SPHP jagung pakan tahun ini.

Untuk harga jagung pakan yang ditetapkan Bapanas antara lain Rp 5.000 per kilogram (kg) dengan pengambilan di Gudang Bulog dan harga maksimal di Rp 5.500 per kg di tingkat peternak. Penyaluran SPHP jagung pakan dilakukan melalui koperasi atau asosiasi kepada anggota yang telah terdaftar dalam Surat Keputusan Menteri Pertanian.

Di kesempatan yang sama, Ketua Umum Pinsar Petelur Nasional (PPN) Yudianto Yosgiarso mengucapkan apresiasi atas upaya pemerintah yang selama ini membantu peternak telur. Termasuk memperluas penyerapan melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diampu Badan Gizi Nasional (BGN).

"Pertama mengucapkan apresiasi yang setinggi-tingginya. Terima kasih kepada Bapak Menteri Pertanian yang sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional yang hari ini telah memutuskan beberapa hal penting. Ini sangat membantu kepada kami untuk kelangsungan hidup peternak," ungkap Yudianto.

"Dan kami juga terima kasih juga atas inisiatif dari Bapak Menteri (untuk) BGN juga akan menyerap telur dari peternak seminggu menjadi tiga kali, yang kemarin baru satu kali. Kami sekali lagi mengucapkan terima kasih atas kerja keras dari Bapak Menteri," kata dia lagi.

Kendati demikian, Ketum PPN Yudianto Yosgiarso mengakui kondisi harga telur tingkat peternak yang belum ideal masih menjadi ganjalan. Tentunya ia dan bersama seluruh peternak petelur berharap ada perubahan positif ke depannya.

"(Kondisi hari) ini sangat memberatkan dan memukul kami. Apalagi dengan isu geopolitik yang saat ini terjadi, dimana nilai tukar dolar juga melambung tinggi, sehingga menyebabkan harga pakan pun melonjak tinggi," pungkas Yudianto.

Terhadap aspirasi tersebut, pemerintah pastinya akan mengupayakan kestabilan harga seperti yang diharapkan peternak telur dalam negeri. Sementara dalam mengatasi harga pakan yang berfluktuasi, program SPHP jagung pakan dioptimalkan membantu peternak unggas.


----------------

Siaran Pers

Badan Pangan Nasional (Bapanas)

322/R-BAPANAS/VI/2026

10 Juni 2026