Jumat, 10 April 2026
Humas Badan Pangan Nasional
Deskripsi
JAKARTA – Badan Pangan Nasional (Bapanas) memastikan bahwa kondisi ketersediaan pangan pokok nasional sepanjang tahun 2026 berada dalam posisi aman dan terkendali. Meskipun dihadapkan pada ketidakpastian geopolitik global dan ancaman musim kemarau, pemerintah terus memperkuat strategi ketahanan pangan guna menjamin ketersediaan pasokan pangan pokok bagi masyarakat.
Salah satu pencapaian krusial tahun ini adalah keberhasilan Indonesia dalam mempertahankan dan memperluas status swasembada pangan. Hal ini disampaikan oleh Budi Waryanto selaku Kepala Biro Perencanaan, Kerja Sama, dan Humas Bapanas dalam sesi pematerian pada Musyawarah Nasional X LDII, Jakarta Timur (9/4/2026).
“Perintah Bapak Presiden jelas, kita harus berdaulat dan mandiri. Kedaulatan pangan adalah harga diri bangsa. Berikut ini saya paparkan data bahwa beberapa komoditas kita sudah swasembada. Kita dari beras sudah aman, jagung juga sudah aman, kemudian gula, cabai besar, cabai rawit, daging ayam, telur ayam, dan bawang merah,” ujar Budi.
Berdasarkan data proyeksi neraca pangan Bapanas hingga Juni 2026, sejumlah komoditas strategis nasional mencapai status swasembada dengan tingkat surplus yang signifikan. Beras diproyeksikan surplus mencapai 15,8 juta ton, diikuti jagung 4,7 juta ton, gula konsumsi 797 ribu ton, cabai besar 87 ribu ton, cabai rawit 61 ribu ton, daging ayam 950 ribu ton, telur ayam 517 ribu ton, dan bawang merah 53 ribu ton.
Terpisah, Kepala Bapanas, Andi Amran Sulaiman dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi IV DPR RI (7/4/2026) menyampaikan bahwa pemerintah memiliki cadangan pangan yang cukup untuk menghadapi konflik geopolitik dan ancaman El Nino.
“Cadangan beras per tanggal 7 April 2026 mencapai 4,6 juta ton. Jadi kemarin 4,5, sekarang 4,6 juta ton. Ini tertinggi sepanjang sejarah. Kondisi stok beras nasional di Indonesia dipastikan aman untuk 10-11 bulan ke depan. Di sisi lain, El Nino diperkirakan 6 bulan. Jadi, insyaallah pangan kita aman. Meski konflik di Timur Tengah mulai mengganggu rantai pasok global, pasokan bahan pangan utama seperti bawang merah, cabai, telur ayam, dan gula pasir cukup,” pungkas Amran.
Kokohnya cadangan pangan pemerintah ini merupakan bukti ketahanan pangan nasional yang diharapkan dapat menjadi tameng di tengah gejolak geopolitik global dan dinamika iklim sehingga memberikan ketenangan bagi masyarakat.
--------------------
Siaran Pers
Badan Pangan Nasional (Bapanas)
220/R-BAPANAS/IV/2026
10 April 2026