Minggu, 20 September 2026
Humas Badan Pangan Nasional
Deskripsi
JAKARTA — Badan Pangan Nasional (Bapanas), Perum Bulog, dan PT Food Station Tjipinang Jaya memastikan ketersediaan dan pasokan beras nasional dalam kondisi aman dan mencukupi. Kepastian ini disampaikan menyusul hasil pemantauan langsung di lapangan, sekaligus untuk meredam kekhawatiran masyarakat di tengah kebijakan penarikan beras fortifikasi tertentu di pasaran.
Kebijakan penarikan ini menyusul temuan Bapanas atas sejumlah merek beras fortifikasi yang kandungannya tidak sesuai label setelah diuji di empat laboratorium kredibel. Kepala Bapanas yang juga Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menyebut praktik itu sebagai bentuk penipuan yang merugikan konsumen. Sampai minggu pertama September 2026, seluruh merek bermasalah tersebut telah menghentikan produksi, dan 12 dari merek yang terindikasi curang sudah menarik stoknya dari peredaran, sementara sisanya masih dalam proses penarikan.
Stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang dikelola Perum Bulog per 18 September 2026 mencapai sekitar 4,6 juta ton. Besarnya stok CBP tersebut menjadi modal pemerintah dalam menjaga pasokan beras dan melakukan intervensi ketika dibutuhkan.
Direktur Ketersediaan Pangan Bapanas, Maino Dwi Hartono, mengungkapkan bahwa pasokan beras yang masuk ke Pasar Induk Beras Cipinang (PIBC) terpantau normal di kisaran 1.500 ton per hari.
"Hari ini kami kembali melakukan pemantauan ke Pasar Induk Beras Cipinang untuk melihat kondisi pasokan dan ketersediaan beras. Dari pemantauan yang kami lakukan, pasokan beras masih berada di kisaran 1.500 ton per hari. Memang dimungkinkan terdapat sedikit penurunan permintaan di pasar, salah satunya seiring dengan penyaluran program bantuan pangan kepada masyarakat, namun stok secara keseluruhan tetap aman," ujar Maino saat meninjau langsung PIBC Jakarta pada Sabtu (19/9/2026).
Ia menegaskan, fokus utama pemerintah saat ini adalah memastikan stabilitas pasokan tetap terjaga, khususnya dalam mengantisipasi kebutuhan pangan menjelang akhir tahun serta Hari Raya Natal dan Tahun Baru (Nataru), agar masyarakat dapat terus memperoleh beras dengan harga terjangkau.
Selain ketersediaan stok yang memadai, penguatan Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) turut didukung oleh realisasi pengadaan dalam negeri yang optimal. Hingga 18 September 2026, realisasi pengadaan gabah dan beras nasional telah mencapai 3.958.605 ton, atau sekitar 98,96?ri target pengadaan sebesar 4 juta ton.
Pemerintah juga terus menggencarkan stabilisasi pasokan melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) beras, yang realisasinya sejak Maret telah mencapai 809.865.665 kg (97,81?ri target). Sementara itu, penyaluran Bantuan Pangan Beras untuk alokasi Juli–September 2026 per 18 September 2026 telah mencapai 682.671.450 kg, atau 68,45?ri total pagu 997.332.240 kg, guna mendukung masyarakat penerima manfaat di seluruh Indonesia.
Direktur Pemasaran Perum Bulog, Rahmanto Amin Jatmiko, menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menghadapi dinamika pasar pangan saat ini.
"Persoalan pangan, khususnya beras, harus kita selesaikan secara bersama-sama. Pemerintah tidak dapat bekerja sendiri. Karena itu, diperlukan sinergi antara Badan Pangan Nasional, pengelola pasar, pelaku usaha perberasan, serta seluruh pemangku kepentingan," jelas Rahmanto usai bertemu dengan para pelaku usaha perberasan di Cipinang.
Komunikasi dan koordinasi intensif ini diharapkan dapat membangun pemahaman yang selaras di tengah masyarakat, sekaligus memastikan bahwa kebijakan penarikan produk tertentu tidak mengganggu stabilitas rantai pasok beras secara keseluruhan.
Direktur Utama PT Food Station Tjipinang Jaya, Dodot Tri Widodo, menambahkan bahwa pihaknya berkomitmen penuh menjaga kelangsungan ekosistem perberasan dari tingkat pedagang hingga konsumen akhir.
"Yang juga penting adalah bagaimana kita menjaga ekosistem perberasan tetap berjalan dengan baik. Pada akhirnya, tujuan kita adalah memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, memastikan beras tersedia dengan kualitas yang baik, serta dapat diperoleh masyarakat dengan harga terjangkau," pungkas Dodot.
Melalui sinergi yang solid antara Bapanas, Bulog, pengelola pasar, dan para pelaku usaha, pemerintah mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan bijak berbelanja karena ketersediaan beras nasional dijamin aman dan terkendali.
-----------------
Siaran Pers
Badan Pangan Nasional (Bapanas)
488/R-BAPANAS/IX/2026
20 September 2026