Rabu, 01 Juli 2026
Humas Badan Pangan Nasional
Deskripsi
JAKARTA – Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) yang juga Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, dianugerahi Piagam dan Tanda Penghargaan Wredatama Nugraha Utama dari Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) Kementerian Pertanian sebagai bentuk penghargaan atas keberhasilan mewujudkan swasembada pangan nasional serta penguatan ketahanan pangan Indonesia.
Penghargaan tersebut diserahkan dalam kegiatan silaturahmi dan pemilihan Ketua Umum PWRI Kementerian Pertanian periode 2025–2030 di Jakarta, Selasa (30/6). Bagi Amran, penghargaan yang diberikan oleh para senior pertanian merupakan penghormatan yang sangat bermakna karena berasal dari generasi yang telah meletakkan fondasi pembangunan pertanian Indonesia.
"Ini penghargaan tertinggi bagi saya. Tidak mudah seorang senior memberikan penghargaan kepada juniornya. Yang paling mengetahui perjalanan dan pengabdian seorang junior adalah para seniornya. Oleh karena itu, penghargaan ini merupakan penghargaan yang tertinggi bagi saya," kata Amran.
"Kami hanya melanjutkan, kami hanya menambah. Tidak akan kami berdiri di hari ini, tidak akan terhormat pertanian Indonesia di mata dunia tanpa Bapak dan Ibu sekalian. Ini bukan basa-basi. Bapak dan Ibu yang meletakkan fondasi dan mendidik kami semua yang sampai hari ini masih mengabdi di bidang pertanian," tambah Kepala Bapanas Andri Amran Sulaiman.
Lebih lanjut amran menjelaskan, keberhasilan Indonesia dalam membangun ketahanan pangan nasional telah menarik perhatian berbagai negara. Dalam beberapa waktu terakhir, sejumlah negara seperti Jepang, Kanada, Chile, Rusia, Belarus, Singapura, hingga Australia melakukan komunikasi intensif dengan Indonesia untuk mempelajari strategi pembangunan pertanian dan ketahanan pangan nasional.
"Banyak negara yang ingin mengetahui apa yang dilakukan Indonesia sehingga mampu mencatatkan capaian yang luar biasa dalam sektor pangan. Ini bukan keberhasilan individu, tetapi keberhasilan seluruh keluarga besar pertanian Indonesia," katanya.
Dalam catatan Bapanas, total stok beras nasional telah mencapai sekitar 5,17 juta ton berasal dari penyerapan dalam negeri yang mencapai lebih dari 3,28 juta ton. Penguatan stok ini menjadi instrumen penting dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan nasional, khususnya dalam menghadapi periode musim kemarau.
Dari sisi produksi, kondisi perberasan nasional juga menunjukkan perkembangan yang sangat positif. Berdasarkan proyeksi neraca pangan nasional, produksi beras Indonesia sepanjang Januari hingga Juni 2026 diperkirakan mencapai sekitar 19,2 juta ton, sementara kebutuhan konsumsi nasional pada periode yang sama berada pada kisaran 15,48 juta ton. Dengan demikian, Indonesia diproyeksikan mencatatkan surplus beras sekitar 3,72 juta ton yang menjadi penopang utama penguatan Cadangan Beras Pemerintah.
Di sisi lain, Kepala Bapanas Andi Amran Sulaiman juga menyoroti proyeksi terbaru Organisasi Pangan dan Pertanian Dunia (FAO) yang memperkirakan produksi beras Indonesia pada tahun 2026 akan mencapai sekitar 38 juta ton. Menurutnya, capaian tersebut menunjukkan bahwa tantangan Indonesia ke depan bukan lagi pada aspek produksi, melainkan pada penguatan infrastruktur penyimpanan dan distribusi pangan.
"Nah, ini posisi kita hari ini. Hitungan kita, FAO baru-baru ini mengeluarkan pengumuman. Justru produksi kita melompat. Tahun 2026 itu menurut FAO mencapai 38 juta ton. Ini baru dirilis oleh FAO. Kalau ini terjadi, artinya surplus kita akan semakin besar. Nah, yang jadi tantangan nanti justru gudangnya. Karena itu, kita bangun gudang cepat, sekitar 100 unit, anggarannya Rp5 triliun. Ini gudang yang bisa menyimpan beras sampai 2 sampai 3 tahun," tandasnya.
Terakhir, menutup sambutannya, Amran menyampaikan penghormatan dan rasa terima kasih kepada seluruh purnabakti dan senior Kementerian Pertanian yang telah mengabdikan hidupnya bagi pembangunan pertanian Indonesia.
"Saya selalu mendoakan keluarga besar pertanian dalam setiap doa dan sujud saya. Tidak mungkin kita berhasil sendirian. Keberhasilan hari ini adalah buah dari perjuangan, pengabdian, dan amal jariyah seluruh keluarga besar pertanian Indonesia," pungkasnya.
----------------
Siaran Pers
Badan Pangan Nasional (Bapanas)
347/R-BAPANAS/VI/2026
1 Juli 2026