Publikasi Pers

Bapanas Pastikan Stok Aman dan Harga Beras Mulai Turun, Prioritaskan Stabilitas Harga di Wilayah 3T dan Dukung Program MBG

Selasa, 25 November 2025

Humas Badan Pangan Nasional

Deskripsi

JAKARTA – Badan Pangan Nasional (Bapanas) menegaskan komitmennya untuk menjaga ketersediaan pangan dan menstabilkan harga komoditas strategis di seluruh Indonesia. Penegasan tersebut disampaikan Direktur Pengawasan Penerapan Standar Keamanan dan Mutu Pangan, Hermawan, dalam Rakor Pengendalian Inflasi Daerah yang digelar Kemendagri di Jakarta, Senin (24/11/2025).

Hermawan membawa kabar baik dari hasil pemantauan mingguan, terutama terkait perkembangan harga beras. “Harga beras medium dan premium menunjukkan penurunan secara nasional per 22 November 2025. Beras Medium tercatat di angka Rp13.506/kg atau turun 0,50?ri hari sebelumnya. Beras Premium pun ikut bergerak turun, yaitu 0,84%,” ujar Hermawan.

Meski begitu, Bapanas terus melakukan langkah-langkah stabilisasi khususnya di zona 3 (wilayah indonesia timur) yang harga berasnya masih relatif lebih tinggi dari rata-rata harga di zona 1 dan 2.

“Fasilitasi Distribusi Pangan (FDP) dan penyaluran Beras SPHP kami prioritaskan ke wilayah Timur, terutama Papua. Upaya ini ditujukan untuk menekan harga yang masih jauh di atas rata-rata nasional, termasuk melalui optimalisasi gudang filial di seluruh kabupaten/kota hingga Desember 2025,” tegasnya.

Selain beras, Bapanas juga memperkuat langkah stabilisasi untuk komoditas yang rentan memicu inflasi seperti jagung, cabai rawit merah, dan bawang merah. Pada komoditas hortikultura, pengendalian dilakukan melalui kolaborasi dengan Kementan, pemerintah daerah sentra produksi, serta penguatan ekosistem rantai dingin (cold chain) untuk menjaga kualitas dan pasokan.

Terkait ketersediaan daging dan telur ayam, Bapanas memastikan stok aman. Hal ini sejalan dengan arahan Kepala Bapanas, Andi Amran Sulaiman, bahwa kebutuhan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) akan dipenuhi melalui Badan Usaha Milik Petani (BUMP) dan BUMN Pangan, sehingga tidak mengganggu pasokan di pasar umum.

Hermawan memaparkan enam langkah utama Bapanas dalam menjaga stabilitas pangan nasional. Di antaranya pemantauan harga secara real-time oleh 1.053 petugas enumerator, penguatan basis data Panel Harga Pangan, FDP yang telah mencapai 651.925 kg untuk memotong rantai pasok, serta penyaluran Beras SPHP sebesar 624 ribu ton atau 41,62?ri alokasi Januari–Desember 2025. Bapanas juga terus mengintervensi harga jagung pakan guna menjaga harga di tingkat peternak tetap stabil.

Penyaluran bantuan pangan beras pun terus berjalan, dengan realisasi alokasi Oktober–November 2025 yang telah mencapai 5.471 ton. Selain itu, Gerakan Pangan Murah (GPM) semakin dimasifkan, serta Kios Pangan diperkuat sebagai titik distribusi langsung produk SPHP agar masyarakat semakin mudah mendapatkan harga yang wajar.

“Bapanas bersama seluruh pemangku kepentingan akan terus bekerja memastikan setiap warga mendapatkan akses pangan yang cukup dan terjangkau, khususnya di wilayah terluar, menjelang akhir tahun,” tutup Hermawan.


--------------------

Siaran Pers

Badan Pangan Nasional (Bapanas)

442/R-BAPANAS/XI/2025

25 November 2025