Publikasi Pers

Badan Pangan Nasional Dorong Peran Generasi Muda dalam Penanganan Susut dan Sisa Pangan

Senin, 13 April 2026

Humas Badan Pangan Nasional

Deskripsi

JAKARTA - Badan Pangan Nasional (Bapanas) terus mendorong keterlibatan aktif generasi muda dalam menjawab tantangan pembangunan pangan di Indonesia, khususnya terkait Susut dan Sisa Pangan (SSP). Generasi muda dinilai memiliki potensi besar dalam menghadirkan ide-ide segar, kreatif, dan inovatif yang dapat diwujudkan menjadi aksi nyata dalam penyelamatan pangan. Melalui semangat kolaborasi dan edukasi, anak muda diharapkan menjadi penggerak utama menuju sistem pangan yang lebih berkelanjutan.

Langkah ini sejalan dengan komitmen pemerintah dalam memperkuat upaya pengelolaan Food Loss and Waste (FLW) atau SSP secara menyeluruh, dari hulu hingga hilir. Badan Pangan Nasional memandang, peran generasi muda merupakan bagian strategis dalam menghadirkan solusi jangka panjang yang berdampak luas.

Komitmen tersebut tercermin dalam kegiatan yang diselenggarakan oleh Forum Indonesian Young Food and Nutrition Leadership (DoYouLead) Generasi 7 (Gen-7) bertema “From Ideas to Impact: Building Transformative Food Systems and Nutrition Security for a Sustainable Future of Indonesia”. Kegiatan yang terselenggara atas kerja sama dengan Perhimpunan Pakar Gizi dan Pangan (PERGIZI PANGAN) Indonesia ini menjadi ruang dialog yang mempertemukan perspektif kebijakan dengan praktik lapangan dalam upaya pengurangan sisa pangan secara komprehensif.

Direktur Kewaspadaan Pangan Bapanas, Nita Yulianis, hadir sebagai pembicara dalam Serial 4 bertajuk “From Waste to Worth: Tackling Food Waste for Sustainable Food Systems in Indonesia” yang digelar secara daring pada Ahad (12/4/2026). Dalam paparannya, Nita menekankan bahwa penyelamatan pangan merupakan tanggung jawab bersama yang memerlukan sinergi lintas sektor.

“Pencegahan dan penanganan sisa pangan memerlukan kolaborasi pentahelix, yaitu pemerintah, akademisi, pelaku usaha, komunitas, dan media. Dalam kolaborasi ini, generasi muda memiliki peran strategis sebagai agen perubahan yang kritis, kreatif, dan inovatif,” ujarnya.

Lebih lanjut, Nita menyampaikan bahwa Badan Pangan Nasional telah menyediakan beragam media edukasi yang dapat dimanfaatkan oleh generasi muda untuk mengampanyekan gerakan penyelamatan pangan. Media tersebut mencakup video, buku, jingle, hingga podcast yang dirancang agar mudah diakses dan menarik untuk disebarluaskan.

Ia juga mendorong mahasiswa untuk berperan aktif melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat serta sosialisasi di berbagai jenjang pendidikan, termasuk pendidikan anak usia dini (PAUD), sehingga nilai menghargai pangan dapat ditanamkan sejak dini.

Pandangan senada disampaikan CEO Foodbank of Indonesia (FOI), M. Hendro Utomo. Ia menekankan pentingnya penguatan literasi pangan di tengah perkembangan gaya hidup modern.

“Pangan memiliki proses panjang sebelum sampai ke meja makan. Melalui edukasi yang berkelanjutan, masyarakat dapat semakin memahami nilai pangan dan mengelolanya secara bijak,” jelasnya.

Hendro menambahkan, upaya penyelamatan pangan dapat diperkuat melalui redistribusi makanan berlebih yang masih layak konsumsi kepada kelompok masyarakat yang membutuhkan, dengan tetap memperhatikan aspek keamanan dan kehalalan. Selain itu, pengenalan praktik pertanian berkelanjutan juga menjadi langkah penting untuk menumbuhkan pemahaman generasi muda terhadap proses produksi pangan sekaligus menumbuhkan apresiasi terhadapnya.

Di akhir sesi, Nita mengajak generasi muda untuk mengambil peran nyata melalui tiga langkah utama, yaitu menjadi agen perubahan dalam gerakan stop boros pangan, aktif melakukan sosialisasi dan kampanye, serta membangun kolaborasi dengan berbagai pihak.

Kegiatan ini juga dilengkapi dengan studi kasus yang mendorong peserta untuk berpikir kritis serta menghadirkan solusi kreatif dan aplikatif dalam menjawab isu SSP. Dengan total 55 peserta yang terdiri dari peserta beasiswa, reguler, dan sit-in, kegiatan ini diharapkan menjadi ruang pembelajaran yang inspiratif sekaligus melahirkan gagasan nyata bagi penguatan sistem pangan berkelanjutan di Indonesia.


------------------

Siaran Pers

Badan Pangan Nasional (Bapanas)

228/R-BAPANAS/IV/2026

13 April 2026