Publikasi Pers

Dua Tahun Kabinet Merah Putih Prabowo-Gibran: Stok Beras Kuat, Guyuran Beras Pemerintah ke Masyarakat Cetak Rekor 4 Juta Ton

Rabu, 21 Oktober 2026

Humas Badan Pangan Nasional

Deskripsi

JAKARTA — Visi Presiden Prabowo Subianto terhadap Indonesia swasembada beras telah tuntas terwujudkan. Produksi beras nasional dipastikan mampu memenuhi kebutuhan konsumsi rakyat. Berkat itu, guyuran program intervensi perberasan dari pemerintah sepanjang tahun 2026 ini diperkirakan dapat mencapai mendekati hingga 4 juta ton.

Badan Pangan Nasional (Bapanas) melaporkan realisasi penyaluran Cadangan Beras Pemerintah (CBP) melalui Perum Bulog dari awal Januari sampai 20 Oktober totalnya telah mencapai 2,84 juta ton. Namun ini belum termasuk alokasi program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) beras dan bantuan pangan beras sampai akhir tahun yang masing-masing masih ada 115,6 ribu ton dan 997 ribu ton.

Berangkat dari itu, sampai akhir tahun 2026 guyuran CBP ke masyarakat diproyeksikan dapat mendekati hingga total 4 juta ton. Ini pun menjadi rekor penyaluran CBP ke masyarakat paling tinggi bagi Indonesia setelah terakhir sepanjang tahun 2024 pernah mencapai hingga 3,37 juta ton.

"Beras itu utama, karena saudara-saudara kita yang miskin, makannya nasi dari beras. Sesuai perintah Bapak Presiden Prabowo, ini harus kita amankan dan stabilisasi. Strateginya dengan menjaga petani dan peternak kita. Produksi pangan kencang dan harga sama-sama baik sampai di konsumen," kata Kepala Bapanas yang juga Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman dikutip di Jakarta pada Rabu (21/10/2026).

Tepat dua tahun kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, capaian sektor pangan telah menorehkan tinta emas tentang bagaimana Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) yang terus diperkuat dari produksi petani dalam negeri. Selain itu, stok CBP yang benar-benar diperuntukkan bagi masyarakat. 

Hasilnya program intervensi perberasan sepanjang tahun 2026 ini telah mengalir deras ke masyarakat hingga mencapai 2,84 juta ton per 20 Oktober. Ini pun meningkat pesat sebesar 217 persen dibandingkan Oktober tahun 2025 yang mencatatkan salur beras masih di angka 894 ribu ton.

Adapun guyuran 2,84 juta ton penderasan CBP ke masyarakat terdiri dari realisasi program SPHP beras pada Januari-Februari 221,05 ribu ton. Kemudian realisasi SPHP beras Maret sampai Oktober ini yang telah mencapai 912,38 ribu ton.

Selanjutnya realisasi program bantuan pangan tahap pertama 662,86 ribu ton dan bantuan pangan tahap kedua yang telah tuntas di 967,51 ribu ton. Terakhir, penyaluran bantuan bencana dan keadaan darurat 13,73 ribu ton serta golongan anggaran 69,11 ribu ton.

Apabila dikomparasikan terhadap Oktober tahun 2025, stok beras pemerintah di Bulog pun juga telah meningkat pesat. Peningkatannya tercatat sebesar 17,52 persen dari 3,88 juta ton di Oktober tahun lalu, saat ini masih ada hingga 4,56 juta ton. 

Salah satu indikator yang dapat menggambarkan kestabilan perberasan nasional dapat dipantau dari pergerakan inflasi beras secara tahunan. Di September 2026, inflasi beras secara tahunan berada di 3,73 persen dan ini sebenarnya masih lebih rendah dibandingkan September tahun 2025 yang tercatat berada di 4,06 persen.

Di sisi lain, kondisi CPP per Oktober 2026 terus diperkuat, terutama bersumber dari pasokan dalam negeri. Dalam laporan Bapanas, stok CPP dalam bentuk beras tercatat yang paling besar di 4,56 juta ton, disusul jagung pakan 78 ribu ton, minyak goreng 26 ribu kiloliter, daging ayam 39 ton, dan telur ayam 0,15 ton.

Pemerintah akan terus mengandalkan pasokan pangan dalam negeri untuk melakukan stabilisasi harga pangan, khususnya komoditas pangan yang memiliki andil terhadap inflasi. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi dinamika inflasi komponen harga bergejolak (volatile food) atau inflasi pangan menjelang akhir tahun dan menjaga agar inflasi pangan tetap berada dalam kisaran target pemerintah di rentang 3 sampai 5 persen.

Tak hanya itu, Indonesia dalam komando Presiden Prabowo pun dinyatakan siap terkait ketersediaan pangan untuk mengantisipasi efek dari fenomena El Nino dengan intensitas sangat kuat dan Indian Ocean Dipole (IOD) di samudra sekitar Indonesia yang bisa berdampak pada berkurangnya curah hujan. Pemerintah telah mempersiapkan sejak 2 tahun lalu.

"Insya Allah, kami sudah persiapkan 2 tahun sebelumnya mengantisipasi El Nino Godzilla. Stok kita banyak, masih melimpah. Stok (Cadangan Beras Pemerintah) kita 4,5 juta ton. Jadi aman," sebut Kepala Bapanas Amran.

Dalam catatan Bapanas, stok CBP saat ini sudah tembus 4,56 juta ton dan mengalami peningkatan yang eksponensial hingga 201 persen dibandingkan Oktober pada 2 tahun sebelumnya. Kala itu, stok CBP Indonesia berada di angka 1,51 juta ton pada Oktober 2023. 

Adapun peningkatan stok CBP hingga 201 persen dalam rentang 2 tahun tersebut sepenuhnya dihasilkan dari produksi beras dalam negeri. Namun pemerintah turut memastikan daya serap gabah atau setara beras oleh Perum Bulog tidak menjadikan kalangan produsen dan penggilingan beras swasta tersisihkan.

Dalam data Badan Pusat Statistik (BPS) menyatakan bahwa total proyeksi produksi beras nasional Januari-September 2026 dapat mencapai 28,39 juta ton. Sementara total serap pemerintah setara beras berkisar di 4,1 juta ton atau 14,4 persen saja terhadap produksi beras nasional. Selebihnya kalangan swasta masih dapat menyerap panenan gabah petani.


-----------------

Siaran Pers

Badan Pangan Nasional (Bapanas)

529/R-BAPANAS/X/2026

21 Oktober 2026