Kamis, 17 September 2026
Humas Badan Pangan Nasional
Deskripsi
PEKANBARU — Bantuan pangan beras kembali disalurkan pemerintah kepada masyarakat di berbagai daerah. Di tengah penguatan produksi dan cadangan beras nasional, bantuan yang diterima masyarakat tahun ini memiliki catatan khusus alokasinya menjadi yang terbesar sejak program bantuan pangan beras diluncurkan pada 2023.
Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Andi Amran Sulaiman mengatakan, penyaluran bantuan pangan tersebut merupakan tindak lanjut arahan Presiden Republik Indonesia. Hal itu disampaikannya saat meninjau penyaluran bantuan pangan beras di Kantor Kecamatan Marpoyan Damai, Kota Pekanbaru, Riau, Kamis (17/9/2026).
“Hari ini kami datang atas arahan Bapak Presiden, membagi bantuan ke seluruh tanah air, seluruh Indonesia. Totalnya kita bagikan tahap pertama, 33,24 juta orang. Itulah bentuk cinta Bapak Presiden dan rakyat Indonesia,” ujar Amran.
Amran menilai, besarnya alokasi bantuan pangan beras tahun ini juga menunjukkan semakin kuatnya dukungan produksi beras dalam negeri. Menurutnya, beras yang disalurkan kepada masyarakat saat ini merupakan hasil produksi petani Indonesia.
“Dulu beras ini dari negara lain, impor dulu. Beras kita aman, banyak. Nah, ini dulu berasnya dari Pakistan, India, Thailand. Hari ini, satu tahun saja dibawa ke pemimpin Bapak Presiden, swasembada beras ini dari petani Indonesia dan untuk rakyat Indonesia,” kata Amran.
Berkat direktif Presiden Republik Indonesia ke-8 tersebut, program bantuan pangan beras selama tahun 2026 pecah rekor karena memuat alokasi paling besar dalam setahun sejak diluncurkan pada tahun 2023. Total beras yang dialokasikan untuk bantuan pangan beras tahun ini dapat mencapai hingga 2,6 juta ton.
Adapun total alokasi bantuan pangan beras tahun 2026 terdiri atas sekitar 664 ribu ton untuk periode Februari–Maret, 997 ribu ton untuk Juli–September, serta estimasi 997 ribu ton untuk periode Oktober–Desember.
Untuk periode Oktober–Desember 2026, pemerintah kembali mengalokasikan bantuan beras bagi 33,24 juta Penerima Bantuan Pangan (PBP). Masing-masing penerima mendapatkan bantuan beras sebanyak 10 kilogram per bulan.
Ia menegaskan, kondisi stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang kuat ini menjadi bagian penting dalam penguatan sektor pertanian karena kebutuhan pangan masyarakat dapat semakin ditopang oleh produksi petani dalam negeri.
Selain penyaluran bantuan pangan, Amran juga menyoroti kondisi stok beras pemerintah yang saat ini berada pada level tinggi. Ia menyampaikan, stok beras yang berada di Bulog mencapai sekitar 4,6 juta ton.
“Stok kita di Bulog, hari ini masih ada 4,6 juta ton. Dulu kalau bulan seperti ini hanya 1 juta ton, 2 juta ton, maksimal 2 juta ton. Sekarang dua kali lipat,” ungkap Amran.
Ketersediaan stok tersebut menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung berbagai program pemerintah, termasuk penyaluran bantuan pangan dan stabilisasi pasokan serta harga pangan.
Bantuan pangan beras merupakan salah satu instrumen pemerintah dalam menjaga akses masyarakat terhadap pangan, khususnya bagi kelompok penerima manfaat. Pada saat yang sama, penyerapan produksi dalam negeri menjadi bagian dari upaya menjaga keseimbangan antara kepentingan petani sebagai produsen dan masyarakat sebagai konsumen.
Bagi masyarakat penerima, bantuan pangan beras menjadi dukungan nyata dalam memenuhi kebutuhan pangan rumah tangga.
Salah satu penerima bantuan, Siti Sutriani, menyampaikan apresiasinya atas bantuan yang diberikan pemerintah. Menurutnya, bantuan tersebut sangat membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari.
“Kami senang sekali, terima kasih atas bantuan yang diberikan Pak Presiden karena ini memang membantu sekali untuk masyarakat Indonesia. Jadi kami ibu-ibu senang kalau bisa ada bantuan minyaknya juga,” ujar Siti.
Badan Pangan Nasional memastikan pelaksanaan bantuan pangan beras terus dikawal agar penyalurannya berjalan sesuai ketentuan dan diterima oleh masyarakat yang menjadi sasaran program.
-----------------
Siaran Pers
Badan Pangan Nasional (Bapanas)
483/R-BAPANAS/IX/2026
17 September 2026