Publikasi Pers

Edukasi B2SA Seru dan Informatif, Siswa Akui Sekarang Jadi Tahu Pentingnya Gizi Seimbang

Rabu, 11 Februari 2026

Humas Badan Pangan Nasional

Deskripsi

KOTA TANGERANG – Wajah-wajah antusias tampak memenuhi lapangan utama SMPN 18 Kota Tangerang, Rabu (11/2), saat 1.000 lebih siswa mengikuti Sosialisasi dan Edukasi Pola Pangan Beragam, Bergizi Seimbang dan Aman (B2SA) yang digelar Dinas Ketahanan Pangan Kota Tangerang dan Badan Pangan Nasional (Bapanas). Bagi sebagian siswa, kegiatan ini menjadi momen pertama mereka memahami bahwa makan bukan sekadar soal kenyang, tetapi tentang keseimbangan gizi untuk masa depan yang lebih sehat.

“Melalui acara ini kami akhirnya mengetahui yang namanya B2SA atau keseimbangan dalam porsi makan. Yang mana kami mengetahui bahwa dalam porsi makan kita memerlukan keseimbangan dalam gizinya antara karbohidrat, protein, buah-buahan dan sayuran agar asupan gizi kami terpenuhi secara seimbang sehingga menjadi generasi Indonesia hebat,” ungkap Patra Perdana, siswa kelas VII SMPN 18 Kota Tangerang.

Kepala SMPN 18 Kota Tangerang, Puji Priyanto, menyambut baik kegiatan tersebut dan menilai edukasi mengenai keberagaman pangan sangat penting diberikan sejak dini. Ia menjelaskan bahwa pemahaman tentang aneka ragam bahan makanan menjadi fondasi bagi anak-anak dalam membangun pola makan yang sehat dan seimbang dalam mendukung tumbuh kembang yang optimal.

"Keanekaragaman makanan itu juga perlu untuk disampaikan kepada siswa dan siswi kita, yang mana itu merupakan suatu keharusan agar anak-anak kita itu mengenali bahan makanan, sehingga dapat menyeimbangkan pola makannya untuk tumbuh dan kembangnya," ujarnya.

Direktur Penganekaragaman Konsumsi Pangan Bapanas, Rinna Syawal, dalam kesempatan berbeda menegaskan bahwa edukasi B2SA di lingkungan sekolah merupakan langkah strategis untuk membangun kesadaran gizi sejak usia dini. Upaya ini sejalan dengan komitmen pemerintah dalam meningkatkan kualitas konsumsi pangan masyarakat serta mendukung terwujudnya generasi emas Indonesia.

Ia menyampaikan bahwa penerapan B2SA tidak harus mahal, namun perlu pemahaman tentang komposisi pangan yang tepat dan pemanfaatan sumber daya pangan lokal. Dengan pola konsumsi yang beragam dan seimbang, ketahanan pangan keluarga dapat diperkuat sekaligus meningkatkan kualitas kesehatan anak-anak Indonesia.

“Melalui edukasi B2SA ini, kami ingin menanamkan kebiasaan baik sejak dini. Anak-anak harus memahami bahwa makan bukan hanya sekadar kenyang, tetapi harus memenuhi prinsip beragam, bergizi seimbang, dan aman. Dari sinilah lahir generasi yang sehat, cerdas, dan berdaya saing,” tegas Rinna.

Sebagai informasi, Pola Pangan B2SA merupakan konsep konsumsi pangan yang mendorong masyarakat mengonsumsi aneka ragam sumber pangan dengan komposisi gizi seimbang dan terjamin keamanannya. Prinsip ini menekankan keseimbangan karbohidrat, protein, sayur, dan buah untuk mendukung kesehatan dan produktivitas.


-------------

Siaran Pers

Badan Pangan Nasional (Bapanas)

070/R-BAPANAS/II/2026

11 Februari 2026