Publikasi Pers

Peduli Masyarakat Aceh, Sumbar, dan Sumut, Pemerintah Percepat Penyaluran Bantuan Pangan

Jumat, 28 November 2025

Humas Badan Pangan Nasional

Deskripsi

JAKARTA – Sebagai bentuk perhatian serius pemerintah terhadap masyarakat terdampak bencana alam, Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) sekaligus Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman memastikan bantuan pangan beras dan minyak goreng tersalurkan secara cepat. Ia meminta jajaran Bapanas dan Perum Bulog segera memprosesnya mulai hari ini.

"Ini saudara kita di Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh, ada bencana banjir. Pemerintah akan mengirim bantuan. Yang pertama adalah beras dan minyak goreng," kata Kepala Bapanas Amran dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat (28/11/2025).

Total bantuan yang disalurkan meliputi 10.614 ton beras dan 1.954 ton minyak goreng untuk Provinsi Aceh, 16.894 ton beras dan 3.108 ton minyak goreng untuk Provinsi Sumatera Utara (Sumut), serta 6.795 ton beras dan 1.250 ton minyak goreng untuk Provinsi Sumatera Barat (Sumbar).

"Itu bantuannya. Ada Bulog, ini lengkap dari Satgas Pangan Polri, Bapanas, TNI. Lengkap tim. Segera kita turun di lapangan. Insya Allah kalau kami sudah agak pulih, kami langsung turun ke lapangan. Tolong hari ini berangkat. Langsung ke lapangan. Nanti aku nyusul kalau sudah agak baikan," ucapnya lagi.

Adapun realisasi bantuan pangan beras dan minyak goreng yang masih dikerjakan Bulog atas penugasan Bapanas, per 28 November telah sampai 24,93 persen atau sudah menyasar 4,5 juta penerima bantuan pangan (PBP) dari total 18,27 juta PBP. Untuk Provinsi Aceh realisasinya 19,38 persen, Sumut 30,86 persen, dan Sumbar 57,07 persen.

Dengan adanya bencana alam yang melanda ketiga provinsi tersebut, pemerintah melalui penugasan Bapanas kepada Perum Bulog akan mengakselerasikan penyaluran beras 20 kilogram (kg) dan 4 liter minyak goreng bagi masing-masing PBP. Langkah ini diharapkan dapat meringankan beban bagi masyarakat yang terdampak.

Sementara untuk bantuan khusus bencana dan keadaan darurat segera diproses setelah terdapat surat permintaan dari pemerintah daerah setempat yang memuat rincian kebutuhan dan jumlah Kepala Keluarga (KK). Sejauh ini, realisasi CPP untuk bencana dan keadaan darurat sampai 28 November 2025 telah menyentuh angka 577 ton. Sementara realisasi di 2024 berada di angka 446 ton.

Penggunaan stok Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) untuk bencana dan keadaan darurat telah diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 125 Tahun 2022. Sementara teknis penyalurannya diperincikan dalam Peraturan Badan Pangan Nasional Nomor 30 Tahun 2023. 

Lebih lanjut, Mentan/Kepala Bapanas Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa bencana alam yang terjadi di Aceh, Sumut, dan Sumbar tidak akan mengganggu ketersediaan beras. Ini karena ketiga provinsi tersebut mencatatkan surplus produksi beras.

"Tidak ada masalah. Itu yang terdampak kecil. Makanya kita ada cadangan. Cadangan kita sangat kuat. Di sana kita ada beras di Aceh. Aceh itu surplus 871 ribu ton beras. Keluarkan 10 ribu ton. Kemudian Sumatera Utara, kita juga surplus. Cukup besar. Keluarkan 16 ribu ton. Ada minyak goreng. Langsung kita kirim dari Bulog," jelas Amran.

Berdasarkan Kerangka Sampel Area (KSA) Badan Pusat Statistik (BPS) amatan September 2025, ketiga provinsi tersebut kompak meraih surplus produksi beras. Paling tinggi adalah Sumut dengan surplus 24,7 persen karena produksi beras setahun di 2024 berada di 1,26 juta ton dan di 2025 diestimasikan naik menjadi 1,57 juta ton.

Sementara Aceh dapat mengalami surplus produksi beras 5,43 persen setelah di 2025 ini diproyeksikan akan memperoleh produksi beras 1,008 juta ton. Sementara produksi beras di Aceh pada 2024 berada 956,2 ribu ton. Untuk Sumbar dapat surplus produksi beras 0,98 persen setelah 2024 mencatatkan produksi beras 785,4 ribu ton dan di 2025 ini dapat mencapai 793,1 ribu ton.

Sebagai informasi, seluruh daerah di 3 provinsi yang terdampak telah menetapkan status keadaan darurat, yang menjadi dasar percepatan pengerahan sumber daya oleh pemerintah pusat. Dengan itu, pemerintah memastikan dukungan penuh agar penanganan darurat berjalan optimal dan masyarakat terdampak segera mendapatkan bantuan yang dibutuhkan.

Adapun penyebab bencana hidrometeorologi basah yang melanda Aceh, Sumut, dan Sumbar adalah Siklon Tropis Senyar membawa hujan dengan intensitas sangat tinggi. Fenomena cuaca tersebut yang menyebabkan banjir, banjir bandang, dan longsor, serta mengganggu layanan transportasi maupun pelayaran. Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) dengan punahnya Siklon Tropis Senyar ini, maka cuaca diperkirakan akan berangsur-angsur membaik. 


----------------------

Siaran Pers

Badan Pangan Nasional (Bapanas)

446/R-BAPANAS/XI/2025

28 November 2025