Publikasi Pers

Indonesia Sudah Berpengalaman Hadapi El Nino, Kepala Bapanas Amran Pastikan Stok Pangan Kuat

Kamis, 13 Agustus 2026

Humas Badan Pangan Nasional

Deskripsi

JAKARTA — Fenomena El Nino yang melanda Indonesia dikabarkan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah memasuki kategori kuat dan berpotensi berubah menjadi sangat kuat. Kondisi ini diproyeksikan menjadikan musim kemarau lebih kering dan lebih panjang, terutama pada bulan Agustus dan September.

Di sektor pangan, pemerintah telah menyiapkan strategi mitigasi berupa penguatan stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang dipasok tanpa adanya importasi. Keberpihakan pemerintah terhadap petani padi dalam negeri ini pun memperkuat optimisme dan spirit petani, sehingga produksi nasional pun mencapai predikat swasembada beras pada tahun 2025.

Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) yang juga Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa Indonesia telah berpengalaman menghadapi dampak El Nino. Khusus untuk El Nino tahun 2026 ini, kesiapan pangan sangat kuat dengan kepemilikan stok CBP hingga 5,2 juta ton tanpa ada impor.

"Dulu pernah El Nino (tahun) 2016, kita selamat. Jadi dulu saja dalam waktu singkat, kita bisa bisa bertahan. Apalagi sekarang dengan pengalaman El Nino 3 kali. Tapi (El Nino) 2023 dan 2024, itu persiapan agak kurang, sehingga impornya 7 juta ton. Sekarang kita sudah persiapkan El Nino, stok (CBP) kita 5,2 juta ton," ucap Amran dikutip di Jakarta pada Kamis (13/8/2026).

Dalam catatan Bapanas, stok CBP sebelum memasuki puncak El Nino di tahun 2023, tepatnya di awal September 2023 masih berada di angka 1,52 juta ton. Hingga 12 Agustus 2026, stok CBP telah meningkat pesat hingga 245,4 persen dengan telah berada di angka 5,25 juta ton.

Strategi mitigasi penguatan stok CBP ini telah diimplementasikan mulai tahun 2025 dengan akselerasi penyerapan gabah hasil panen petani bersumber dalam negeri melalui Perum Bulog. Kebijakan serap gabah any quality diambil pemerintah untuk menopang petani.

"Setelah diserap, kan nanti yang melakukan processing adalah Bulog. Kalau berasnya kadar airnya tinggi, diambil alih beban petani itu. Justru kalau tidak diserap, petani ini sangat resisten, dia sangat rentan untuk berubah menjadi bangkrut. Ini mesti dijaga dengan hadirnya Bulog itu untuk petani 115 juta orang," kata Amran.

Berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik (BPS) terbaru, indeks harga yang diterima petani sampai Juli 2026 mencapai 151,10. Ini menjadi level tertinggi. Pencapaian tersebut mencerminkan harga gabah yang semakin menguntungkan bagi petani Indonesia.

"Hadir bulog itu untuk bagaimana menstabilkan harga, bagaimana menjaga kesejahteraan petani, kemudian menjaga harga di konsumen. Ini Bulognya berfungsi. Ini petani kita. Ini orang Indonesia. Kita tidak boleh membiarkan mereka bangkrut," tambah Amran.

Kepala Bapanas Amran turut menjelaskan bahwa kemungkinan adanya beras turun mutu sebagai implikasi kebijakan serap gabah any quality masih bisa diatasi Bulog. Jumlahnya pun tidak signifikan jika dibandingkan terhadap total CBP yang mencapai 5,25 juta ton.

"Kalau ada yang turun mutu, katakanlah kemarin ada 5 ribu ton, dibagi 5,2 juta ton, itu 0,00 sekian persen. Tidak signifikan. Misalkan kita simpan beras di rumah saja yang cuma 1 karung, memang biasanya ada yang rusak. 1 liter, 2 liter. Apalagi ini 5,2 juta ton dan pertama terbesar dalam sejarah," jelas Amran.

"Insya Allah Bulog masih bisa profit. Ini tahun, ini profit. Ini kan Bulog hadir untuk negara, untuk rakyat Indonesia, untuk petani, untuk konsumen," imbuh dia.

Tidak hanya beras, stok Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) dalam bentuk komoditas lainnya juga telah ditingkatkan secara eksponensial. Penguatan stok CPP ini pun sebagai persiapan kemungkinan terjadinya El Nino pada waktu mendatang. CPP tersebut merupakan stok yang dikelola oleh Perum Bulog dan ID FOOD.

Adapun stok CPP jagung saat ini terdapat 159 ribu ton. Ini meningkat sejak September tahun 2023 yang kala itu masih nol. Kemudian untuk stok CPP daging ayam ras cukup melesat 138,4 persen dibandingkan September 2023 karena per hari ini stoknya ada 38 ton.

Dalam catatan Bapanas, stok CPP yang ada saat ini juga mencatatkan gula konsumsi sebanyak 2 ribu ton dan minyak goreng sebanyak 1 ribu kiloliter. Kemudian telur ayam 6 ton dan daging sapi 3 ton. Adapun mayoritas pasokan CPP bersumber dari penyerapan produksi pangan dalam negeri.

Sebagai pembanding, stok CPP sebelum puncak El Nino tahun 2023, tepatnya di awal September 2023 terdiri dari beras 1,52 juta ton, jagung masih nihil, daging ayam ras 15,94 ton, gula pasir 37,87 ribu ton, dan minyak goreng 3,74 kiloliter. Dengan begitu, kuantitas stok CPP yang ada saat ini dapat dikatakan lebih kuat dibandingkan stok CPP sebelum menghadapi puncak El Nino pada tahun 2023 lalu. 


-----------------

Siaran Pers

Badan Pangan Nasional (Bapanas)

425/R-BAPANAS/VIII/2026

13 Agustus 2026