Publikasi Pers

Presiden Prabowo: Bantuan Pangan untuk 33,24 Juta Keluarga, Bukti Sistem Perlindungan Sosial Indonesia Kuat

Selasa, 21 Juli 2026

Humas Badan Pangan Nasional

Deskripsi

JAKARTA — Pelbagai program nol persen kemiskinan yang konsisten dijalankan Indonesia merupakan bukti sistem perlindungan sosial yang berkelanjutan. Ini juga disebut salah satu sistem perlindungan sosial terkuat di dunia karena mengandung banyak program dengan sasaran masyarakat yang luas dengan kucuran Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang prorakyat.

Salah satu yang disebut oleh Presiden Prabowo Subianto dalam taklimatnya di Istana Negara, Jakarta pada Senin (20/7/2026) adalah program bantuan pangan. Kepala Negara mengatakan program prorakyat ini merupakan afirmasi Indonesia adalah negara kuat dan tidak boleh dianggap remeh oleh negara lain.

"Bantuan pangan, 10 kilogram beras, 2 liter minyak goreng untuk 3 bulan, (kepada) 33,24 juta keluarga di desil 1, 2, 3, 4. Tunjukkan negara mana seperti kita? pasti ada yang lebih hebat, pasti. Tapi untuk bangsa Indonesia, not bad. Jangan anggap enteng kita terus. We are strong, we are rich, and we will be richer. Kita akan lebih kaya karena kita tidak mau jadi lugu lagi," ungkap Presiden.

Dalam pemaparan Presiden Prabowo, program bantuan pangan tahap pertama di 2026 berupa beras 10 kilogram (kg) dan minyak goreng 2 liter untuk masing-masing Keluarga Penerima Manfaat (KPM) diestimasikan setara dengan Rp 179.278 per bulan. Bantuan ini pun ditargetkan mencapai 33,24 juta KPM dengan alokasi 3 bulan.

"Salah satu prestasi kita adalah kita sekarang memiliki sistem perlindungan sosial. Menurut saya salah satu terkuat di dunia. Program-program ini adalah hasil dari pemerintah-pemerintah sebelum kita. Saya selalu mengakui, tidak ada pembangunan bangsa, tidak ada transformasi bangsa yang sepotong-sepotong. Ini adalah long march," ujar Presiden.

"Tugas kita, apa yang sudah dicapai, (harus) kita lestarikan, kita bangun, kita perbaiki. Jadi ini saya tegaskan, ternyata kita punya sistem perlindungan sosial, negara kesejahteraan, welfare state, salah satu terkuat di dunia," tegas Kepala Negara.

Adapun pelaksanaan program bantuan pangan beras dan minyak goreng tahap pertama dengan alokasi bulan Februari dan Maret sudah dituntaskan pada akhir Juni. Secara kuantitas, total beras yang tersalurkan sebanyak 664,88 ribu ton dan minyak goreng sebanyak 132,97 ribu kiloliter.

Sebagai implikasi positifnya, tingkat inflasi beras sampai Juni cukup terkendali. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan inflasi beras pada Juni 2026 secara tahunan (year-on-year/yoy) sebesar 3,98 persen. Angka ini mulai melandai 0,57 persen lebih rendah dibandingkan Mei 2026 yang mencapai 4,55 persen.

Sementara inflasi beras secara bulanan (month-to-month/mtm) sampai Juni 2026 tercatat di 0,45 persen. Indeks tersebut masih berada di bawah level 1 persen, sehingga mencerminkan pergerakan harga beras yang relatif terkendali.

Sebagai kontinuitas, Badan Pangan Nasional (Bapanas) memastikan kesiapan pelaksanaan program bantuan pangan tahap kedua alokasi Juli sampai September. Terlebih stok beras pemerintah di Perum Bulog masih sangat memadai dan merupakan stok tertinggi selama ini.

"Stok beras kita hari ini tertinggi sepanjang sejarah, selama kita merdeka. Ini stoknya hari ini 5,2 juta ton. Jadi ini untuk kepentingan masyarakat Indonesia, pasti atas arahan Bapak Presiden, kita gelontorkan," ucap Kepala Bapanas sekaligus Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman.

"Kita syukuri juga bahwa beras tak lagi menjadi penyumbang utama inflasi dalam 2 tahun terakhir. Kita sudah swasembada. Beras tidak impor lagi. Harga dunia (sedang) naik. Ini (berkat arahan) Bapak Presiden. Harga beras kita stabil di saat harga dunia naik dengan akibat Selat Hormuz, (itu) mungkin salah satunya," tambah Amran.

Adapun program bantuan pangan tabap kedua yang merupakan salah satu direktif Presiden Prabowo Subianto direncanakan mulai salur secara one shoot atau secara sekaligus pada Agustus mendatang. Total beras sebanyak 997,2 ribu ton akan digelontorkan kepada 33,24 juta KPM masing-masing 10 kg dengan alokasi 3 bulan.

Dengan realisasi bantuan pangan tahap pertama berupa beras 664,88 ribu ton tersebut ditambah target salur bantuan pangan tahap kedua yang 997,2 ribu ton menjadikan bantuan pangan tahun 2026 nantinya dapat mencapai total hingga 1,66 juta ton. Ini pun telah meningkat hingga 133,83 persen dibandingkan realisasi bantuan pangan sepanjang tahun 2025 yang totalnya 710,78 ribu ton dengan 4 bulan alokasi.

Sebagai komparasi, alokasi program bantuan pangan beras di tahun 2026 akan lebih banyak dibandingkan tahun 2025. Program bantuan pangan pada tahun sebelumnya telah terlaksana untuk 4 bulan alokasi, Juni-Juli dan Oktober-November. Sementara untuk pelaksanaan program bantuan pangan di tahun 2026 ini setidaknya akan dijalankan sebanyak 5 bulan alokasi.

Pemerintah akan mengupayakannya dimulai pada Agustus mendatang setelah ada transfer Anggaran Belanja Tambahan (ABT). Adapun proses yang sedang ditempuh Bapanas saat ini adalah menunggu hasil reviu dari Kementerian Keuangan terhadap pengajuan ABT. Bapanas baru dapat menerbitkan penugasan kepada Perum Bulog setelah ABT tersedia. Ini juga merupakan rekomendasi perbaikan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).


-----------------

Siaran Pers

Badan Pangan Nasional (Bapanas)

382/R-BAPANAS/VII/2026

21 Juli 2026