Publikasi Pers

Wagub Jihan Dukung Banpang Intervensi Pengendalian Kerawanan Pangan Bapanas, Pengungkit Kesejahteraan Keluarga

Sabtu, 18 Juli 2026

Humas Badan Pangan Nasional

Deskripsi

PRINGSEWU – Dalam upaya mewujudkan target Indonesia bebas rawan pangan dan nol kemiskinan ekstrem, Badan Pangan Nasional (Bapanas) kembali memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah melalui penyaluran Bantuan Pangan Kegiatan Intervensi Pengendalian Kerawanan Pangan Tahun 2026. Penyaluran secara simbolis ini dilaksanakan di Balai Pekon Wonodadi, Kecamatan Gadingrejo, Kabupaten Pringsewu, Jumat (17/7/2026).

Pada tahun 2026, Provinsi Lampung menerima alokasi bantuan untuk 5.500 Kepala Keluarga (KK) yang tersebar di Kabupaten Lampung Timur dan Kabupaten Pringsewu. Khusus untuk Kabupaten Pringsewu, intervensi menyasar 2.200 KK di 10 desa yang sangat membutuhkan.

Wakil Gubernur Lampung, Jihan Nurlela, menyampaikan apresiasinya atas dukungan pemerintah pusat melalui program Intervensi Pengendalian Kerawanan Pangan yang dinilai menjadi salah satu instrumen penting dalam menurunkan angka kemiskinan dan memperkuat ketahanan pangan masyarakat.

Sinergi antara pemerintah pusat dan daerah ini pun menuai hasil positif. Jihan mengungkapkan kebanggaannya bahwa angka kemiskinan ekstrem di Provinsi Lampung pada tahun ini berhasil ditekan hingga menyentuh angka 0 persen, turun dari tahun sebelumnya yang berada di posisi 0,10 persen.

"Bantuan ini diberikan berdasarkan data, bukan secara acak. Karena itu, masyarakat yang menerima adalah mereka yang memang masuk dalam kelompok prioritas dan membutuhkan intervensi pemerintah," katanya.

Jihan juga mengajak seluruh masyarakat untuk ikut mengawal penyaluran bantuan agar tepat sasaran.

"Kalau ada penerima yang tidak sesuai kriteria, laporkan. Bantuan ini harus benar-benar diterima oleh masyarakat yang paling membutuhkan," tegasnya.

Menurutnya, tujuan utama pemerintah bukan sekadar menyalurkan bantuan, melainkan membangun kemandirian masyarakat dan memperkuat ekonomi desa sebagai fondasi pembangunan daerah.

"Kami berharap bantuan ini dapat meringankan beban masyarakat sekaligus menjadi pengungkit agar keluarga rentan bisa bangkit dan lebih sejahtera," ujarnya.

Ia juga berharap dukungan pemerintah pusat terhadap Provinsi Lampung terus ditingkatkan agar semakin banyak masyarakat yang memperoleh manfaat dari program bantuan pangan.

"Mohon doanya, semoga anggaran dan program Bapanas semakin banyak. Kalau hari ini kita terima belasan ribu, kita doakan tahun depan alokasi untuk Lampung bisa tembus 50.000 hingga 100.000 penerima, agar lebih banyak lagi masyarakat yang merasakan manfaatnya," ujar Jihan.

Di Provinsi Lampung, bantuan dialokasikan kepada 5.500 kepala keluarga yang tersebar di Kabupaten Lampung Timur dan Kabupaten Pringsewu. Khusus Kabupaten Lampung Timur, bantuan diberikan kepada 3.300 kepala keluarga di 11 desa, sedangkan Kabupaten Pringsewu memperoleh alokasi 2.200 paket bantuan.

Paket bantuan yang diberikan terdiri atas dua tray telur ayam grade A atau sebanyak 20 butir, minyak goreng fortifikasi vitamin A, 10 saset susu fortifikasi vitamin dan mineral, garam beryodium, dua kemasan kacang hijau masing-masing 500 gram, serta dua bungkus bihun jagung.

Sementara itu, Direktur Pengendalian Kerawanan Pangan Bapanas, Sri Nuryanti, yang hadir memimpin langsung penyerahan bantuan tersebut, menegaskan bahwa penyaluran bantuan tidak dilakukan secara acak, melainkan melalui pendekatan ilmiah dan data yang presisi.

"Penetapan wilayah sasaran ditentukan berdasarkan hasil analisis kuadran yang ketat. Kami menggunakan batasan nilai (threshold) median dari Prevalence of Undernourishment (PoU) Tahun 2025 serta mengintegrasikannya dengan Lokus Prioritas Pengentasan Kemiskinan dan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem. Hal ini memastikan bahwa intervensi Bapanas benar-benar terarah pada episentrum kerawanan pangan," papar Sri Nuryanti.

Akurasi sasaran ini sejalan dengan inisiatif integrasi Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) yang memungkinkan pemerintah pusat dan daerah berkolaborasi menuntaskan permasalahan gizi dan ekonomi tanpa adanya tumpang tindih maupun ketidaktepatan penerima.

Melalui program Intervensi Pengendalian Kerawanan Pangan, Bapanas terus memperkuat perlindungan bagi masyarakat rentan, meningkatkan akses terhadap pangan bergizi, serta mendukung percepatan penurunan kerawanan pangan dan penghapusan kemiskinan ekstrem di berbagai daerah di Indonesia.


-------------------

Siaran Pers

Badan Pangan Nasional (Bapanas)

376/R-BAPANAS/VII/2026

16 Juli 2026