Publikasi Pers

HUT ke-81 RI, Kemandirian Pangan Jadi Kado Kemerdekaan untuk Indonesia

Senin, 17 Agustus 2026

Humas Badan Pangan Nasional

Deskripsi

JAKARTA — Kemandirian pangan menjadi salah satu kado kemerdekaan Indonesia pada peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia. Capaian swasembada pangan yang diraih lebih cepat dari target serta terbukanya peluang ekspor beras menjadi momentum penting dalam memperkuat ketahanan pangan nasional di tengah tantangan global yang semakin nyata.

Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Andi Amran Sulaiman menyampaikan bahwa Indonesia telah mencapai swasembada pangan dalam waktu lebih cepat dari target yang sebelumnya ditetapkan. Menurutnya, capaian tersebut menjadi salah satu kado ulang tahun bagi Republik Indonesia sekaligus hasil dari kerja bersama berbagai elemen bangsa.

“Kado ulang tahun dari kita untuk Republik Indonesia adalah Indonesia sudah mencapai swasembada pangan dalam waktu sesingkat-singkatnya, dari target 4 tahun menjadi 1 tahun. Kado ulang tahun kedua, kemarin Alhamdulillah kita mengekspor beras ke negara lain,” ujar Amran dalam upacara peringatan HUT ke-81 RI di Jakarta, Senin (17/8/2026).

Lebih lanjut, Amran menyampaikan Indonesia memiliki peluang untuk terus meningkatkan ekspor beras. Pemerintah menargetkan ekspor awal sebanyak 1.000 ton pada pekan ini, dengan peluang yang disebut dapat mencapai 200 ribu ton bahkan hingga 1 juta ton.

“Insyaallah kita akan ekspor target kita. Pertama, insyaallah minggu ini 1.000 ton, dan peluangnya adalah 200 ribu ton, bahkan bisa sampai 1 juta ton. Itu adalah persembahan dari Bapak-Ibu semua,” tutur Amran.

Menurut Amran, capaian tersebut merupakan hasil kerja bersama, bukan keberhasilan satu pihak. Kolaborasi berbagai elemen, mulai dari pemerintah pusat hingga tingkat lapangan, menjadi bagian penting dalam mewujudkan kemandirian pangan nasional.

“Bukan kerja saya, kerja kita semua, termasuk saudara-saudara kita yang terlibat. TNI, Polri, Kejaksaan, PPL, Babinsa, RT, RW, kepala desa, camat, bupati, gubernur, dan seluruh menteri terkait. Ini adalah gagasan besar Bapak Presiden Republik Indonesia,” ungkap Amran

Capaian kemandirian pangan tersebut juga diikuti dengan perkembangan positif pada kesejahteraan petani. Amran menyebut kesejahteraan petani berada pada tingkat tertinggi selama 34 tahun. Sementara itu, Nilai Tukar Petani (NTP) juga disebut mencapai posisi tertinggi selama 25 tahun.

Dari sisi perdagangan, ekspor disebut meningkat sebesar Rp166 triliun, sedangkan impor turun Rp41 triliun. Nilai tambah yang dihasilkan pun mencapai Rp200 triliun. “Kita ada nilai tambah Rp200 triliun. Dan ini puncak kebahagiaan petani kita,” kata Amran.

Kendati demikian, penguatan kemandirian pangan masih membutuhkan kerja bersama. Dari 11 komoditas yang menjadi sasaran, Amran menyampaikan masih terdapat tiga komoditas yang perlu terus dikejar, yakni bawang putih, daging dan susu, serta kedelai.

“Kami yakin kalau kita kolaborasi, kita kompak, pasti ini bisa kita capai. Moga-moga 3–5 tahun ini bisa jadi kenyataan,” ujar Amran.

Tantangan ketahanan pangan juga semakin nyata di tengah kondisi geopolitik yang memanas serta krisis pangan dan energi dunia. Menurut Amran, kondisi tersebut turut memberikan dampak terhadap Indonesia sehingga penguatan kemandirian pangan menjadi semakin strategis.

Namun demikian, Indonesia memiliki modal penting dalam menghadapi berbagai ketidakpastian global. Di tengah krisis yang melanda sejumlah negara, Indonesia berada dalam kondisi surplus pangan sekaligus mulai membuka peluang untuk mengekspor beras ke negara lain.

“Alhamdulillah di saat krisis melanda belahan dunia, Indonesia surplus swasembada bahkan ekspor beras ke negara lain,” ujar Amran.

Sementara itu, peringatan HUT ke-81 RI di lingkungan Bapanas turut dilanjutkan dengan penyerahan Anugerah ASN Pangan Terbaik Tahun 2026 dan hadiah bagi para pemenang lomba peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-81. Rangkaian kegiatan tersebut dilaksanakan setelah upacara peringatan HUT RI.

Anugerah ASN Pangan Terbaik Tahun 2026 diberikan dalam kategori PPPK dan PNS. Adapun lomba peringatan HUT RI di lingkungan Bapanas diisi dengan berbagai kegiatan yang melibatkan pegawai.

Momentum HUT ke-81 RI menjadi pengingat bahwa kemerdekaan perlu terus diisi dengan kerja nyata dan kolaborasi untuk memperkuat fondasi bangsa. Bagi Bapanas, semangat tersebut menjadi dorongan untuk terus memperkuat ketahanan pangan nasional dan memastikan ketersediaan pangan yang cukup bagi masyarakat di tengah berbagai tantangan ke depan.


-----------------

Siaran Pers

Badan Pangan Nasional (Bapanas)

426/R-BAPANAS/VIII/2026

17 Agustus 2026