Publikasi Pers

Warga Terdampak Banjir di Padang Rasakan Langsung Bantuan 95 Ton beras CPP dari Pemerintah

Jumat, 05 Desember 2025

Humas Badan Pangan Nasional

Deskripsi

PADANG – Hujan deras yang mengguyur Kota Padang pada akhir November lalu meninggalkan jejak banjir yang memukul kehidupan ribuan warga. Di rumah-rumah yang terendam, banyak keluarga kehilangan bahan pangan, termasuk Dayat, warga Kecamatan Koto Tangah. Kawasan ini merupakan salah satu daerah dengan jumlah terdampak tertinggi di Padang.

“Beberapa hari pertama itu berat sekali. Dapur tidak bisa dipakai, persediaan beras habis, dan kami hanya berharap bantuan bisa cepat datang,” ujar Dayat ditemui pada Jumat (5/12/2025).

Harapan itu datang pada Kamis, 4 Desember 2025. Sebanyak 95,03 ton beras Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) untuk bencana alam dari pemerintah melalui penugasan Badan Pangan Nasional (Bapanas) kepada Bulog, disalurkan untuk warga terdampak banjir di Padang. Penyaluran dilakukan di Palanta Wali Kota Padang dan dihadiri oleh Direktur Penganekaragaman dan Konsumsi Pangan Bapanas, Rinna Syawal.

Bagi Dayat dan ribuan warga lainnya, kehadiran bantuan ini sangat berarti karena memberikan kepastian bahwa mereka tidak menghadapi bencana seorang diri. “Terima kasih kepada Kepala Bapanas, Dinas Pangan Provinsi Sumatera Barat, dan Pemerintah Kota Padang atas bantuan yang diberikan kepada warga kami. Bantuan ini sangat bermanfaat bagi kami. Semoga amal ibadah bapak dan ibu diterima di sisi Allah,” tutur Dayat.

Dari total alokasi 95 ton bantuan CPP, sebanyak 32 ton telah masuk dan tersedia di Kota Padang, sementara sisanya disalurkan bertahap sesuai kebutuhan. Bapanas memastikan kecepatan pendistribusian menjadi prioritas.

“Bantuan CPP bencana alam untuk Kota Padang saat ini sudah tersedia 32 ton dari total 95 ton bantuan beras yang akan diberikan,” jelas Rinna Syawal.

Data BPBD menunjukkan bahwa banjir berdampak pada 10.811 kepala keluarga atau 27.138 jiwa di delapan kecamatan. Dengan jumlah sebesar itu, kehadiran bantuan tepat waktu menjadi kunci keberlangsungan dapur umum dan pemenuhan makanan sehari-hari warga.

Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, memastikan bahwa seluruh warga terdampak mendapat supali pangan yang memadai. “Hadirnya Badan Pangan Nasional sangat membantu percepatan pemenuhan kebutuhan pangan masyarakat terdampak. Prinsip kami jelas, tidak boleh ada satu pun warga terdampak yang tidak mendapatkan layanan makanan,” ujarnya.

Selain memastikan kuantitas bantuan pangan memadai, pemerintah juga memastikan bahwa distribusi terus berlanjut hingga kondisi benar-benar pulih. Kota Padang sendiri masih berada dalam status tanggap darurat hingga 8 Desember 2025, dan selama periode tersebut pemerintah pusat dan daerah bergerak bersama memastikan bahwa seluruh bantuan pangan tersalurkan. 

Kepala Bapanas Andi Amran Sulaiman yang juga Menteri Pertanian menyampaikan bantuan beras sebagai salah satu komoditas yang paling dibutuhkan di wilayah bencana sehingga ketersediaannya harus terjaga, 

“Kami sebagai kepala Bapanas, sudah mengirim 44 ribu ton bantuan regular dan non-regular. Minyak goreng 6 ribu ton. Sudah kita kirim. Nah kemudian, ada di lapangan kondisi membutuhkan beras bahkan antri. Saya sampaikan, kami siapkan cadangan di lokasi bencana tiga kali lipat dari kebutuhan. Jadi tidak ada alasan, ada saudara kita yang kekurangan beras apalagi kelaparan,” ujar Mentan/Kepala Bapanas Amran saat melepas bantuan pangan di KRI Banda Aceh 593 di Dermaga Kolinlamil, Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Jumat (5/12/2025). 


---------------------

Siaran Pers

Badan Pangan Nasional (Bapanas)

461/R-NFA/XII/2025

5 Desember 2025