Publikasi Pers

Panduan Pendidikan Pangan Lokal Jadi Bekal Anak Cintai Pangan Nusantara

Kamis, 15 Oktober 2026

Humas Badan Pangan Nasional

Deskripsi

JAKARTA—Kebiasaan makan terbentuk sejak usia dini, termasuk cara anak mengenali makanan bergizi dan memilih sumber pangan sehari-hari. Sekolah menjadi salah satu ruang penting untuk membangun kebiasaan tersebut. Karenanya, pendidikan pangan dan gizi perlu terhubung dengan proses pembelajaran agar pemahaman tentang pola makan Beragam, Bergizi Seimbang, dan Aman (B2SA) tumbuh menjadi pola perilaku dan tidak berhenti hanya sebagai pengetahuan. 

Upaya ini menjadi salah satu arah kebijakan Badan Pangan Nasional (Bapanas) bersama Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui peluncuran Panduan Pendidikan Pangan dan Gizi Berbasis Potensi Sumber Daya Lokal, dalam rangkaian peringatan Hari Pangan Sedunia yang diselenggarakan di Kantor Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Jakarta (14/10).

“Panduan ini disiapkan sebagai referensi bagi tenaga pendidik mulai jenjang pendidikan anak usia dini (PAUD) hingga SMA/sederajat untuk menyusun materi pembelajaran tentang pangan B2SA berbasis sumber daya lokal, guna membentuk karakter murid dengan pola hidup sehat,” jelas Direktur Penganekaragaman Konsumsi Pangan Bapanas, Hamid Sangadji.

Dalam paparannya Hamid mengungkapkan, integrasi yang dilakukan Bapanas bersama Kemendikdasmen ini sejalan dengan Peraturan Presiden Nomor 81 Tahun 2024 tentang Percepatan Penganekaragaman Pangan Berbasis Potensi Sumber Daya Lokal (P3BPSDL).

Melalui implementasi Rencana Aksi Nasional Strategi Nasional Percepatan Penganekaragaman Pangan, materi penganekaragaman pangan lokal didorong masuk ke dalam kurikulum, baik pada tingkat nasional maupun regional melalui Intra-kurikuler, Ko-kurikuler, Extra-kulikuler, dan Budaya Sekolah.

“Bukan hanya dari Bapanas dan Kemendikdasmen, pelaksanaannya tentu memerlukan kolaborasi yang lebih luas bersama kementerian dan lembaga lainnya, pemerintah daerah, serta mitra pembangunan, melalui Rencana Aksi Nasional dan Rencana Aksi Daerah,” tambah Hamid.

Di lingkungan pendidikan, Panduan Pendidikan Pangan dan Gizi Berbasis Potensi Sumber Daya Lokal selaras dengan penguatan karakter 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (7 KAIH) yang mendorong anak tumbuh sehat, mandiri, serta bertanggung jawab melalui makan sehat dan bergizi.

“Panduan Pendidikan Pangan dan Gizi Berbasis Potensi Sumber Daya Lokal ini sudah bisa diakses di laman Kurikulum Kemendikdasmen untuk membantu meningkatkan literasi pangan dan gizi, utamanya pangan lokal. Sehingga masyarakat lebih memahami pilihan sumber pangan yang dapat memenuhi kebutuhan nutrisi seimbang, sekaligus membuka ruang bagi keluarga untuk membiasakan menu yang lebih bervariasi,” ucap Kepala Pusat Kurikulum dan Pembelajaran Kemendikdasmen, Laksmi Dewi.

Perkembangan ini turut berkaitan dengan capaian Pola Pangan Harapan (PPH) nasional yang meningkat dari 93,5 pada 2024 menjadi 95,1 pada 2025. Salah satu faktor yang berkontribusi ialah peningkatan konsumsi umbi-umbian sebesar 14 kkal per kapita per hari. Tercermin dari perubahan perilaku konsumsi masyarakat melalui tren clean eating dan pangan rebusan yang mendorong perhatian masyarakat terhadap umbi-umbian sebagai alternatif sumber karbohidrat. 

Meski demikian, konsumsi umbi-umbian pada 2025 sebesar 50,22 gram per kapita per hari, masih sedikit di bawah target 53,4 gram per kapita per hari. Angka tersebut menunjukkan bahwa perubahan menuju pola konsumsi yang lebih beragam masih perlu didorong.

Dalam rangkaian kegiatan yang sama, dilaksanakan pula penyerahan penghargaan Lomba Menulis Dongeng B2SA yang telah diikuti 298 peserta dari seluruh Indonesia. Enam dongeng terpilih, yakni Gembili dan Gembolo Penyelamat, Misi Pangan Masa Depan, Golo dan Isi Sobe, Mau Dibuat Apa, Ya?, Genta Pangan Negeri Piringa, dan Bob Mendadak Masak, menjadi bagian dari upaya mengenalkan pesan pangan B2SA berbasis sumber daya lokal melalui cerita anak.

Sebagai informasi, Buku Panduan Pendidikan Pangan dan Gizi Berbasis Potensi Sumber Daya Lokal sudah dapat diakses secara terbuka melalui laman kemendikdasmen https://kurikulum.kemendikdasmen.go.id/rujukan/panduan-panduan-kurikulum maupun laman perpustakaan Badan Pangan Nasional dengan mengakses laman https://pustaka.badanpangan.go.id. 


-----------------

Siaran Pers

Badan Pangan Nasional (Bapanas)

518/R-BAPANAS/X/2026

15 Oktober 2026